Richard juga mengatakan, saat ini masih banyak yang salah kaprah soal label Standar Nasional Indonesia pada helm. Ia menuturkan, orang beranggapan bahwa SNI diberikan pada perusahaan, bukan produk.
“Label itu ditujukan untuk produk, bukan perusahaan pembuat helm. Banyak yang belum tahu mengenai hal ini,” tuturnya.
“Misalnya, perusahaan saya memiliki 10 tipe produk. Maka, yang dites adalah 10 helm,” kata dia menambahkan.
Sebagai informasi, RSV baru saja membuka gerai baru di kawasan Bekasi. Lokasinya jadi satu dengan salah satu diler Kawasaki. Nantinya, setiap pembelian kuda besi dari geng hijau itu akan mendapatkan bonus helm RSV.
Editor : Chandra.













