Dia menjawab dengan berbagai pertanyaan tentang ini, bukan hanya soal sekolah yang rusak, tetapi juga membangun atau menyetujui kelas yang saat ini memang masih dibutuhkan. Baik itu jenjang SD maupun SMP.
“Jadi kita ajukan dana ke pusat melalui dana revitalisasi dan penghitungan besar-besaran di pusat dan kami sudah ajukan ini ke kementerian. Kalau ini dikabulkan tentu saja ini mampu menyelesaikan pembangunan sekolah di Kota Palembang, ”kata dia.
Menurutnya, sulit belum maksimal ruang kelas dan juga gedung membuat sistem zonasi tak berjalan 100 persen. “Makanya ini kemarin kita langsung kami sampaikan ke Menteri Pendidikan bahwa kita belum bisa melakukan zonasi 100 persen karena ruang kelas,” tutur dia.
Namun demikian, lanjut Zulinto, melalui target 2022 mendatang, setiap tahun akan ada pembangunan melalui anggaran yang diterima oleh Dinas Pendidikan dari Pemerintah Kota Palembang.
Editor : Jhonny













