“Kami sebernarnya sudah berusaha menzonasikan itu. Sebelumnya kami sudah mecoba menzonasi kepala sekolah. Melalui kepala sekolah ini juga kita kan lakukan pendataan,” katanya.
Dalam realisasinya nanti akan dahulukan jenjang SMP, karena di tingkat SMP ada gurunya melebihi, ada juga masih kurang. Namun untuk tingkat SD pihaknya akan mecoba mengkaji lagi, karena memang guru SD kita kekurangan. “Namun tetap kita upayakan Zonasi,” kata dia lagi.
Menurutnya, zonasi guru sendiri tidak berpengaruh degan sertifikasi guru. Sebab sertifikasi dihitung berapa jumlah jam mengajar. “Ketika jam mengajarnya cukup maka guru mendapatkan haknya. Tidak berdasrakan jarak rumah ke sekolah,” ucapnya.
Pihaknya berharap, dengan adanya sistem zonasi guru ini tidak akan ada lagi stigma tentang sekolah favorit dikalangan masyarakat. “Sistem zonasi inipun juga ditujukan agar ada pemerataan pendidikan. Dimana tidak akan ada lagi sekolah yang hanya memiliki sedikit guru berkualitas disekolahnya,” tuturnya.
Editor : Jhonny













