Dikatakan Kepala Bappeda & Litbang Kota Palembang Ir Harrey Hadi, pengentasan masalah lingkungan kumuh ini akan menghasilkan dampak yang lebih besar dan tidak hanya 50% saja karena sejak 2014-2018 sudah banyak yang dilakukan, Pemkot Palembang bersama program KotaKu pengentasan kawasan kumuh sampai 70% berkurang.
“Untuk itulah kita dorong terus dan mengawasi supaya pengerjaan-pengerjaannya bisa sesuai dengan apa yang kita harapkan,” katanya.
Menurutnya, dari data 2014 sebanyak 2.500 hektar kawasan kumuh sudah turun kira-kira kurang lebih 50% atau sekitar 1.400 Ha. “Jadi tentu ini berkat sinergitas dari program-program baik melalui pemerintah pusat dan daerah di program kota tanpa kumuh maupun beberapa program APBD bedah rumah kota Palembang,” bebernya.
Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya memfokuskan daerah Seberang Ulu (SU) untuk pengentasan kawasan kumuh, sesuai kriteria diantaranya sanitasi kemudian limbah sampai Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Kalau di Seberang Ilir ada di 99 titik, memang lebih banyak di Seberang Ulu dan tentu ini akan menjadi prioritas penting bagi pemerintah kota Palembang,” pungkasnya. (eh)
Editor : Chandra













