Dia menjelaskan, prediksi peningkatan titik panas di bulan berikutnya juga melihat rujukan data tahun lalu. Dimana terjadi peningkatan titik panas yang cukup signifikan pada Agustus dengan 264 titik, September sebanyak 673 titik, dan Oktober sebanyak 663 titik.
Ia menyebut kebakaran yang terjadi tidak hanya menyerang kawasan gambut. Tapi juga lahan mineral yang ada di beberapa kabupaten dan kota.
“Aktifitas di lahan mineral juga memicu titik panas. Namun, biasanya tidak menyebar seperti lahan gambut. Ketika media bakar habis, api juga langsung padam. Beda halnya dengan lahan gambut,” ujarnya.
Editor : Jhonny













