Seperti vanue Aquatic, diakuinya mengalami kerusakan dibagian atap sehingga pihaknya belum dapat melakukan perbaikan lantaran menunggu bahan impor dari luar negeri karena untuk atap sendiri tidak menggunakan bahan lokal.
“Aquatic Stadium, dalam masa menunggu perbaikan kami masih harus menunggu karena atapnyan didatangkan dari impor. Sedangkan untuk air memang kami masih terkendala listrik, jadi untuk menghidupkan pompa membutuhkan listrik yang besar. Namun semua sudah kita kordinasikan, kalau listrik sudah aman akan segera dibersihkan,” ujar dia.
Kerusakan yang ada juga ditenggarai oleh faktor alam yang terjadi pasca Asian Games lalu. Bahkan beberapa vanue harus rusak lantaran angin puting beliung.
“‘Kerusakan benar terjadi dibeberapa venue untuk fisik lebih dikarenakan musibah puting beliung yang melanda kawasan JSC pada Oktober 2018 lalu,” jelas dia.
Kondisi perbaikan Jakabaring Sport City kini menjadi tanggung jawab dari Management PT JSC. Meski tidak ada lagi bantuan dari Pemerintah daerah, pihaknya tetap akan melakukan perbaikan salah satunya dengan menggandeng BUMN.
“Kami masih menunggu, sejumlah venue memang ada yang perbaikannya akan dilanjutkan oleh BUMN, meskipun secara umum menjadi tanggung jawab pengelola.Untuk penyewaan gedung jika akan digunakan sementara waktu kita cover dengan genset karena listrik masih ditangani,” ujar dia.
Editor : Chandra













