Editor : Surya S
Bank Indonesia Angkat Drajat UMKM Melalui UMKM Pontensial


Dikatakan Hari Widodo selaku Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, untuk mendukung peningkatan interaksi keuangan oleh OJK mengatakan “Sebenarnya untuk literasi didaerah memang tangung jawab bersama, memang kalau untuk keuangan ada porsi yang dilakukan oleh OJK sesuai dengan kewenangan dan tugas OJK dari BI juga ada, seperti kita ini ada dengan berkembangan digital ekonomi, ada juga berperan dalam eletronik verifikasi pembayaran dan sebagainya, itu yang kita lakukan sehingga kita lihat program-program Bank Indonesia antara lain mendorong kemitraan BI dengan lembaga lain, antara lain kalau didaerah elektronik verifikasi transaksi pemerintah misalnya, didorong betul supaya level implementasi elektronik ferivikasi pemerintahan itu menjadi lebih meningkat.
“Untuk sekarang pembayaran pegawai negeri sipil sudah hampir semuanya menggunakan rekening, tapi bisa juga diperluas misalnya untuk penerimaan, retribusi yang tadinya itu mungkin tunai, kemudian menjadi non tunai, itu bagian dari ekstifikasi dari keuangan digital” jelas Hari
Menurutnya, untuk dipelosok sendiri ada layanan keuangan digital (LKD), kalau dari program ada Laku Pandai, yang memperluas akses dari masyarakat yang tadinya belum begebel yang diharapkan kedepannya menjadi begebel antara lain mendekatkan layanan tersebut, sehingga mereka mungkin bertahap dikenalkan dahulu dengan layanan keuangan digital dulu sebelum akhirnya nanti menjadi nasabah bank.
Dikatakan, Yanti kalau aman terjaga dalam makroprodensial kita kenal ada namanya fainensial imbalansis ketidak seimbangan dalam sector keuangan yang itu dijaga dengan makroprodensial, sekarang ini instrument kita untuk makroprodensial ada CCD, LTV, RIM dan ada PLM, kelima instrument ini yang kita gunakan, kalau misalnya kita lihat pertumbuhan ekonomi kita sudah terlalu kencang, bisa kita akan melakukan kebijakan Makroprodensial yang agak kontratif, tapi misalnya sekarang ekonomi kita tumbuhnya pelan kita dorong dengan empansif, kita mainkan dengan istrumen itu, besaran instrument nya itu yang dirubah sesuai dengan berapa besar dampaknya yang ingin kita capai dari perubahan, itu yang disebut dengan aman terjaga.
“Sekarang ini kita lihat dari indicator ekonomi kita, makroprodensial kita masih aman, masih terjaga itu yang pengen kita jaga terus supaya yang misalnya KPR kenapa kita focus banget dengan KPR, karena KPR itu nanti di sector sampingannya banyak dengan kegiatan ekomomi yang terbawa dari KPR itu, mulai dari Pabrik Semen, Transportasi, Tenaga Kerja dan sebagainya. Jadi kalau kita ingin mengangkat pertumbuhan ekonomi dengan satu instrument PLTV itu saja, bisa membawa sekian banyak dampak sampingan yang kita harapkan bisa tumbuh” pungkasnya. (eh)