KORDANEWS-Bersama Blogger dan Mahasiswa Bank Indonesia (BI) sosialisasikan kebijakan makroprudensial agar menjaga stabilitas system keuangan dan mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia.
Dengan mengambil Tema Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan, menghadirkan nara sumber Perwakilan Bank Indonesia, Elizabeth Christina (Lizzi Parra) Beauty Blogger & Enterpreneur, Drs. Muhammad Syamsuddin, M.Com, Ph. D, Perwakilan Dewan Juri Lomba Karya Ilmiah SSK 2019 dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi, Diskusi dan tanya jawab, Sosial Media Competition, Hiburan dan Area Games Interatif. Selain acara Nangkring, Bank Indonesia dan Kompasiana juga menggelar Blog Competition periode 2 dengan tema “Inilah Caraku Berpartisipasi Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan” yang berlangsung 28 Juni-3 Agustus 2019. Dari masing-masing periode akan ada 8 finalis yang merebutkan hadiah emas logam mulia senilai total puluhan juta rupiah.
Dikatakan Yanti Setiawan selaku Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia mengatakan “Prediksi dari melihat angka-angka dan indicator-indicator kita masih bagus dan kita memprediksi memang untuk sampai akhir tahun ini memang pertumbuhan ekonomi kita masih disebut transsebelas persen dan itu memang menurut kita masih perlu ditingkatkan lagi supaya bisa mengungkit juga kegiatan-kegiatan ekonomi kita yang lain” jelasnya.
Dikatakannya, dampak sebelum Pilpres pelaku usaha memang melakukan kegiatan With End See, mereka tidak terlalu ekspansi masih menjaga-jaga dan melihat bagaimana hasil Pilpres, tapi setelah Pilpres kondisinya mulai naik lagi dan likuiditas perbankan sudah mulai bagus dan juga kegiatan-kegiatan perusahaan melakukan kegiatan koperasinya ekspansi pertumbuhan kredit sudah mulai jalan.
Hari Widodo selaku Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan “Untuk daerah Palembang dan sekitarnya, kalau sisi pertumbuhan ekonomi, kita masih relative median disemester satu dan tumbuh 5,8 kemudian kemaren Inflasi memang naik sedikit sebelumnya menjadi sekitar 0,55 tapi masih relative masih rendah dari 4 tahun terakhir, artinya memang untuk inflasi di Hari besar keagamaan Idul Fitri kemaren kita kwatirkan akan tinggi ternyata yang kita spare dibulan Mei dan Juni karena Ramadhannya di Mei dan Kemudian Idul Fitrinya di Juni jadi tidak terlalu besar pengaruhnya, 0,44 di bulan Mei dan kemudian 0,55 di bulan Juni, artinya kita relative masih bisa menjaga” tambahnya.
Menurutnya, seperti yang dikatakan Bu Yanti, pertumbuhan kredit itu masih konsen, tetapi mudah-mudahan dengan selesainya Pilpres dan adanya penetapan kemudian Investor yang tadinya With End See akan segera merelasisasi rencanakan investasinya.
Lebih lanjut disampaikan Yanti Setiawan, upaya melakukan peningkatan ekonomi kalau dari sisi Bank Indonesia dari kebijakan makroprudensial kita sedang berusaha mengkaji, artinya kita mendorong perbankan untuk lebih aktip menyalurkan kredit terutama pada UMKM dalam rangka meningkatkan kontribusi sector UMKM itu sediri terhadap perekonomian, ketentuan itu sedang kita garap, mudah-mudahan akan segera keluar sebagai upaya untuk turut mendorong perekonomian.
“Kita juga berkerjasama erat dengan instansi lain, termasuk dengan kantor perwakilan daerah, dengan kementrian dan lembaga lain, itu untuk berusaha mendorong sector-sektor proritas supaya bisa menjadi pembiayaan baik dari perbankan maupun non perbankan” pungkasnya. (eh)













