3. Hindari penggunaan obat-obatan tanpa resep dokter
Diare dan muntah selama keracunan makanan adalah proses alami tubuh untuk membersihkan saluran cerna dari racun dan bakteri, virus, serta parasit berbahaya.
Maka dari itu, sebaiknya hindari penggunaan obat diare, seperti loperamide pada waktu-waktu awal terjadinya keracunan makanan. Minum obat diare justru bisa memperpanjang gejala keracunan.
Selain itu, gejala diare akibat keracunan makanan juga tidak selalu perlu diobati dengan antibiotik. Hal ini karena antibiotik tidak dapat mengobati keracunan makanan yang disebabkan oleh virus.
Untuk menentukan apakah keracunan makanan perlu diobati dengan obat diare dan antibiotik, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu.
4. Konsumsi air jahe
Untuk membantu meredakan mual dan rasa tidak nyaman di perut, cobalah minum air jahe. Minuman jahe dikenal memiliki efek menenangkan bagi saluran cerna.
Selain jahe, keracunan makanan juga bisa ditangani dengan mengonsumsi asupan yang mengandung probiotik, seperti yoghurt, yang dapat menyehatkan kembali saluran cerna. Meski begitu, yoghurt lebih baik dikonsumsi saat kondisi tubuh sudah mengalami perbaikan.
5. Istirahat yang cukup
Saat mengalami keracunan makanan, perbanyaklah istirahat agar daya tahan tubuh dapat bekerja optimal untuk melawan kuman penyebab keracunan. Selain itu, gejala keracunan makanan juga dapat membuat tubuh lemas. Oleh karena itu, dibutuhkan istirahat yang cukup untuk mengembalikan energi.
Gejala Keracunan Makanan yang Perlu Segera Diobati oleh Dokter
Gejala keracunan makanan umumnya akan mereda dalam beberapa hari hingga satu minggu. Segeralah ke dokter bila gejala keracunan makanan tidak kunjung membaik atau disertai dengan:
-Demam tinggi
-Kram parah pada perut
-BAB berdarah
-Pandangan kabur
-Otot-otot tubuh terasa lemah
-Kesemutan atau mati rasa
-Muntah setiap kali makan atau minum
-Sangat lemas atau pingsan
Anda mungkin perlu diinfus dan dirawat di rumah sakit bila dokter menilai kondisi keracunan makanan yang dialami cukup parah dan disertai dengan dehidrasi. Dokter juga akan memberikan antibiotik apabila keracunan makanan disebabkan oleh bakteri.
Agar keracunan makanan dapat dihindari, jaga kebersihan makanan yang akan dikonsumsi, cuci bahan makanan sebelum diolah, masak makanan hingga benar-benar matang, cuci tangan sebelum makan, dan jangan menyantap makanan sudah berbau tak sedap, berlendir, atau berjamur.
Editor:John.W











