3. Muncul stigma negatif
Ini merupakan salah satu persoalan yang cukup sering dilaporkan sebagai tantangan saat menikahi wanita yang lebih tua. Stigma negatif memang tidak mudah dihindari, terutama pada kelompok masyarakat yang asing terhadap model hubungan seperti ini.
Pasangan Anda bahkan lebih rentan mendapatkan cibiran, kritik, dan respons negatif dari orang lain jika jarak usia Anda dengannya terpaut amat jauh. Pasalnya, masyarakat cenderung lebih mudah menerima hubungan dengan jarak usia yang relatif dekat.
Anda tentu jadi tidak nyaman saat mengetahui bahwa orang yang Anda cintai dipandang negatif. Pada kondisi seperti ini, yang bisa Anda lakukan adalah selalu mendukung dan ada untuknya.
4. Ada banyak hal yang tidak sejalan
pasangan mengancam putus
Jika jarak usia terpaut jauh, akan lebih menantang bagi Anda dan pasangan untuk menemukan kegemaran yang sama. Anda mungkin senang bersosialisasi dengan orang lain, tetapi pasangan Anda bisa saja lebih menyukai quality time di rumah.
Perbedaan prinsip tidak hanya muncul saat membahas kegemaran, tapi juga ketika mengasuh anak. Walaupun tidak sepenuhnya negatif, hal ini bisa tantangan berat saat menjalin hubungan bila Anda tidak menyikapinya dengan baik.
Cobalah berdiskusi dengan pasangan mengenai berbagai hal yang menurut Anda tidak sejalan serta cara mengatasinya. Dengan terbuka satu sama lain, perbedaan prinsip menjadi hal menarik yang akan mewarnai hubungan Anda.
Pada dasarnya, selalu ada cara untuk menghadapi tantangan yang menanti Anda ketika memutuskan menikahi seorang wanita yang berusia lebih tua.
Hal yang terpenting adalah saling terbuka dan menerima kondisi pasangan. Menerima pasangan yang terpaut usia cukup jauh juga bukan berarti Anda harus menerima semua situasi negatif begitu saja.
Justru, Anda perlu berkomunikasi dengan pasangan untuk menemukan solusinya. Inilah yang akan membuat hubungan Anda semakin erat.
Editor : John.W













