KORDANEWS – Halusinasi dan delusi adalah contoh gejala yang sering muncul pada penderita gangguan psikologis. Kedua kondisi ini biasanya menandakan penyakit yang berbeda. Namun, ada pula gangguan psikologis yang menunjukkan kedua gejala ini bersamaan.
Perbedaan halusinasi dan delusi
Halusinasi adalah sensasi tak nyata yang tercipta oleh pikiran sendiri. Orang yang mengalami halusinasi dapat melihat sesuatu, mendengar suara, hingga mencium bebauan yang sesungguhnya tidak ada.
Selain menjadi gejala dari beberapa gangguan psikologis, halusinasi juga bisa disebabkan oleh efek samping obat, mabuk akibat minum alkohol, atau penyakit yang bersifat fisik seperti epilepsi.
Halusinasi dan delusi adalah dua hal yang berbeda. Delusi bukanlah suatu sensasi, melainkan sebuah keyakinan kuat yang bertentangan dengan kenyataan.
Orang yang mengalami delusi memercayai sesuatu yang sebenarnya salah atau tidak ada.
Delusi dapat menjadi gejala dari penyakit tertentu, seperti skizofrenia, atau muncul sebagian bagian dari masalah psikologis yang disebut gangguan delusi. Pemicunya dapat berasal dari faktor genetik, kelainan sistem saraf, serta stres.
Bisakah halusinasi dan delusi terjadi secara bersamaan?
penyebab halusinasi
Kendati berbeda, halusinasi maupun delusi dapat terjadi secara bersamaan pada penderita gangguan psikologis tertentu. Jika terjadi bersamaan, kedua kondisi ini umumnya menandakan gangguan berikut:
1. Skizofrenia
Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang memengaruhi cara penderita dalam berpikir, merasakan emosi, dan berperilaku. Penderita skizofrenia tampak seperti individu yang kehilangan kontak dengan realitas sebenarnya.













