Gejala skizofrenia terbagi menjadi tiga kategori, sebagai berikut:
-Gejala positif, yakni perilaku yang menunjukkan bahwa penderita memiliki realitas yang berbeda. Misalnya halusinasi, delusi, cara berpikir yang tidak biasa, dan gerak tubuh di luar kendali.
-Gejala negatif, atau perilaku yang mengganggu kehidupan normal sehari-hari. Contohnya, raut wajah yang datar, tidak adanya kesenangan dari melakukan kegiatan, serta kesulitan saat melakukan kegiatan sehari-hari.
-Gejala kognitif, yang ditandai dengan penurunan kemampuan mengingat, memahami informasi, mengambil keputusan, dan memusatkan perhatian.
2. Gangguan delusi
Penderita gangguan delusi juga dapat mengalami halusinasi yang berkaitan dengan jenis delusi yang mereka alami. Contohnya, seseorang yakin bahwa dirinya memiliki bau badan dapat berhalusinasi mencium bau dari tubuhnya.
Ada pula jenis delusi yang disebut erotomania. Delusi ini membuat penderitanya meyakini bahwa seseorang yang ia kagumi telah jatuh cinta kepadanya. Penderita bisa saja berhalusinasi melihat atau mendengar suara sosok tersebut.
3. Gangguan psikotik singkat
Gangguan psikotik singkat ditandai dengan munculnya perilaku psikotik berupa delusi, halusinasi, dan kebingungan. Perilaku tersebut muncul secara tiba-tiba dan hanya bersifat sementara, biasanya selama satu hari hingga satu bulan.
Penyebab gangguan psikotik singkat belum diketahui secara pasti. Namun, stres berat atau trauma akibat kematian anggota keluarga, perilaku kriminal, atau bencana alam dapat memicu gejalanya.
Halusinasi dan delusi merupakan tanda dari gangguan psikologis serius yang membuat penderitanya hidup dalam realitas berbeda. Keduanya dapat membahayakan penderita maupun orang-orang di sekitarnya bila tidak ditangani.
Penanganan terhadap halusinasi serta delusi dapat dilakukan dengan kombinasi terapi dan obat oleh psikiater. Jika anggota keluarga Anda mengalami kondisi ini, Anda dapat ikut mendampinginya berkonsultasi atau bahkan mencatat gejalanya.
Editor : John.W













