Didik menjelaskan, agenda utama dalam bidang ekonomi adalah memastikan Indonesia tidak tumbuh lemah pada tingkat moderat saja, hanya 5%, karena tingkat pertumbuhan sebesar itu tidak cukup untuk menggiring masuk jumlah penganggur penuh dan terselubuhng masuk lapangan kerja yang produktif dan berkualitas.
Menurutnya, mendongkrak tingkat pertumbuhan dari 5% ke 6,5% atau 7% seperti janji kampanye sangat penting dan harus menjadi sasaran utama agar Indonesia lepas dari jebakan middle income. Jika tidak, sulit Indonesia masuk ke dalam jajaran negara ekonomi besar ke 10 lalu ke 5 di dunia beberapa dekade mendatang jika pertumbuhan segiut-segitu saja.
Target Pembangunan 2020-2024
Direktorat Perencanaan Makro dan Analisis Statistik, Kementerian PPN/Bappenas merilis Outlook Perekonomian Indonesia Pasca Pemilu Nasional yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020-2024, diharapkan dapat meningkat rata-rata 5,4 sampai 6,03% per tahun dan pertumbuhan PDB per kapita sebesar 4,0 +/- 1%.
Pertumbuhan yang didorong oleh peningkatan produktivitas, investasi yang berkelanjutan, perbaikan pasar tenaga kerja, dan peningkatan kualitas SDM. Dengan target pertumbuhan ekonomi tersebut, GNI per kapita (Atlas Method) diharapkan meningkat menjadi USD5.780 – 6.160 per kapita pada tahun 2024.
Selain menjaga pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga tetap menjadi prioritas. Tingkat inflasi ditargetkan sebesar 3,0 ± 1 persen sepanjang 2020 – 2024. Kondisi makro tersebut berdampak pada peningkatan perbaikan kualitas pertumbuhan. Tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka diharapkan menurun menjadi 6,5 – 7,0 persen dan 4,0 – 4,6 persen pada tahun 2024.
Tingkat rasio gini menurun menjadi 0,370 – 0,374 pada tahun 2024. Sementara IPM diharapkan meningkat menjadi 75,54 pada tahun 2024, yang mengindikasikan perbaikan kualitas sumber daya manusia. Untuk dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dalam lima tahun ke depan, perbaikan transformasi struktural menjadi salah satu kunci utama.
Perbaikan transformasi struktural utamanya didorong oleh revitalisasi industri pengolahan, dengan tetap mendorong perkembangan sektor lain melalui modernisasi pertanian, hilirasi pertambangan, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, dan transformasi sektor jasa.
Editor : Jhonny













