Health

Mengenal Kepribadian Ganda Alias Gangguan Disosiatif

×

Mengenal Kepribadian Ganda Alias Gangguan Disosiatif

Share this article

Memiliki ciri dan gejala yang kurang lebih sama, gangguan identitas disosiatif sering disalahartikan sebagai gangguan bipolar. Gangguan bipolar adalah terjadinya perubahan mood, energi, dan aktivitas yang tidak biasa. Gangguan ini juga disebut dengan manic-depressive illness, di mana penderitanya akan mengalami dua fase yaitu manic dan depresif. Fase manic terjadi ketika penderita merasa memiliki banyak energi, bersemangat, dan lebih aktif dari biasanya hingga menyebabkan kesulitan tidur, berbicara sangat cepat, merasa mampu melakukan berbagai hal dalam satu waktu, dan cenderung melakukan hal-hal berisiko. Sementara fase depresif adalah kebalikan dari fase manik. Kedua fase ini sangat berbeda dan perbedaan antara keduanya cenderung intens dan drastis.

Perbedaan antara gangguan bipolar dan gangguan identitas disosiatif yang utama adalah penyebabnya. Pada gangguan identitas disosiatif, trauma di masa lampau cenderung sebagai pencetus utama terjadinya gangguan tersebut. Sementara pada gangguan bipolar, struktur otak, genetik, dan keturunan lebih berperan. Perubahan antara satu kepribadian dan kepribadian lain dalam gangguan identitas disosiatif lebih sering dipicu oleh stres psikososial, sementara pada gangguan bipolar ada pola yang lebih jelas. Misalnya fase manik terjadi selama satu minggu diikuti dengan fase depresif selama 2 minggu.

Terapi untuk penderita gangguan identitas disosiatif

Treatment untuk penderita gangguan identitas disosiatif dapat berlangsung hingga bertahun-tahun. Beberapa jenis terapi yang disarankan bagi penderita gangguan identitas disosiatif yaitu:

– Psikoterapi: pada orang dewasa, psikoterapi dapat berlangsung selama lima hingga tujuh tahun. Tujuan utama dari terapi adalah ‘menyatukan’ beberapa kepribadian yang ada sehingga menjadi satu kepribadian yang utuh. Psikoterapi juga membantu penderita menghadapi trauma yang memicu munculnya kepribadian lain. Tahapan yang dilakukan biasanya mempelajari kepribadian apa saja yang muncul, mengatasi trauma, dan menyatukan beberapa kepribadian yang ada menjadi satu.
– Terapi keluarga: dilakukan untuk memberi penjelasan lebih kepada keluarga terkait gangguan identitas disosiatif. Menginformasikan keluarga, perubahan apa yang akan terjadi dan mengamati tanda-tanda atau gejala perubahan kepribadian.
– Pengobatan: meskipun tidak ada obat khusus yang dapat menyembuhkan gangguan identitas disosiatif, tetapi gejala-gejala yang muncul seperti kecemasan berlebih dan depresi dapat diatasi dengan antidepresan.

Editor :John.W

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *