Selanjutnya, berdasarkan data BPS Provinsi Sumsel, untuk ekspor pada Juni 2019 sebagian besar ditujukan ke negara Tiongkok sebesar US$ 102,22 juta (33,76 persen), Amerika Serikat sebesar US$ 29,20 juta (9,64 persen), dan Malaysia sebesar US$ 23,32 juta (7,70 persen).
“Ekspor Sumsel periode Januari – Juni 2019 sebesar US$ 1.996,19 juta juga mengalami penurunan 7,01 persen dibanding nilai ekspor periode sama pada 2018 lalu yakni sebesar US$ 2.146,66 juta,” kata dia.
Dia menambahkan, soal impor barang-barang yang didatangkan adalah jenis barang modal atau bahan baku yang tidak ada di Provinsi Sumatera Selatan dan mayoritas negara asal impor dari Tiongkok, Kanada, dan Malaysia bukan Australia.
“Nilai impor kita (Sumsel) periode Januari – Juni 2019 sebesar US$ 253,90 juta, turun hingga 49,10 persen dibanding nilai impor di periode yang sama pada 2018 yang sebesar US$ 498,79 juta. Meski turun tetap tak masalah sebab Sumsel masih punya peluang untuk mengekspor komoditas andalan,” tuturnya.
Editor : Jhonny













