Ia mengatakan, sebelumnya proyek investasi ini sudah banyak yang melirik, bahkan terakhir ada investor Cina yang tertarik untuk membangunnya, namun mereka menghitung dengan konsep Break Even Point (BEP).
“Hitung-hitungannya balik modal, kalau begitu gimana baliknya. Jadi saya bersama Gubernur Babel bertemu Menteri PUPR dan hasil dari pertemuan itu akhirnya pembangunan nantinya akan dibiayai dari APBN,” katanya.
“Untuk pembangunannya tentu diinginkan secepatnya. Namun untuk membangun itu (jembatan Sumsel-Babel) kini membutuhkan penilaian kelayakan atau FS (Feasibility Study) dari bangunan jembatan dan ini baru mulai digarap pada 2020 mendatang,” kata dia lagi.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Darma Budhi, menambahkan tahapan dalam pengerjaan proyek ini akan mengerjakan FS terlebih dahulu.
“Kita akan melihat kelayakannya terlebih dahulu. Dari FS itu baru akan di dapat tahapan-tahapan selanjutnya dalam membangun jembatan tetsebut,” tuturnya. (Ab)
Editor : Jhonny













