Faktanya, lupakan mantra ini karena idealnya olahraga yang berkualitas justru tidak membuat Anda menderita setelahnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Jennifer Solomon, MD, dokter spesialis tulang belakang dan olahraga di Hospital for Special Surgery, New York City. Masih dari laman Everyday Health, Jennifer mengatakan bahwa sering kali rasa sakit setelah olahraga merupakan peringatan cedera karena Anda melakukan latihan yang berlebihan.
Itu sebabnya, Anda tak perlu melakukan olahraga ekstrem sampai tubuh terasa nyeri untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Anda sudah bisa mendapatkan banyak manfaat meski hanya olahraga jalan cepat selama 30 menit.
Ingat, yang berlebihan tidak selalu baik. Jadi, tinggalkan mitos satu ini dan bijaklah dalam melakukan olahraga.
4. Rajin sit-up supaya perut rata
Mau mengecilkan perut buncit katanya harus rajin-rajin sit-up. Pada kenyataannya, efek pembakaran lemak perut dari olahraga ini tidaklah terlalu besar. Sit-up sebetulnya termasuk olahraga yang khusus bertujuan untuk membentuk dan meningkatkan massa otot agar lebih kuat.
Itu artinya, sit up bukanlah satu-satunya olahraga untuk memperkuat bagian tengah tubuh dan mengecilkan perut. Meski begitu Anda tak perlu khawatir. Pasalnya, ada banyak pilihan olahraga lain supaya perut rata nan six-pack bukan lagi sebuah angan semata. Salah satunya dengan melakukan senam perut.
5. Olahraga lari tidak baik untuk lutut
Mitos tentang olahraga lainnya yang keliru dan tidak terbukti adalah lari sebabkan masalah lutut. Hal ini didasari karena lari memberikan memberikan tekanan berlebih pada kaki sehingga bisa menyebabkan cedera lutut.
Padahal, penelitian menunjukkan hal yang sebaliknya. Ya, olahraga lari justru membuat tulang dan ligamen tubuh semakin kuat dan lebih padat. Selama Anda memiliki kondisi lutut yang normal dan berat badan yang sehat, maka berlari tidak akan memberikan dampak buruk pada lutut.
Nah, lain halnya jika Anda mengalami masalah tulang seperti osteoarthritis dan berat badan berlebih, Anda tidak dianjurkan untuk berlari secara terus-menerus. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai olahraga lari.
Editor : John.W













