KORDANEWS – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerima informasi yang mencengangkan bagi Indonesia.
Menurutnya, pada 2040 sampah plastik akan lebih banyak di laut daripada ikan, jika tidak dicegah dari sekarang, maka itu akan menjadi kenyataan.
Selain itu, Susi juga membahas masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan menggunakan plastik sekali pakai. Ternyata Indonesia sebagai negara penyumbang sampah plastik nomor 2 dunia setelah Tiongkok.
“Indonesia katanya bangsa besar, eh buang sampah (plastik) nomor 2 di dunia,” katanya.
“Dahulu, Indonesia penyumbang ikan nomor 2 di Eropa, Indonesia juga penyumbang ikan nomor 4 di dunia,” lanjutnya.
Karena itu, dia memenangkan semua industri yang memproduksi plastik untuk menarik plastik mereka dari laut.
“Tarik kembali plastiknya. Mereka membuat institusi apa, supaya asosiasi ikut bertanggungjawab juga, sama-sama memerangi plastik jangan masyarakat saja,” ujar Menteri Susi usai “Pawai Sampah Plastik” di Taman Aspirasi, Jakarta, Minggu (21/7).
Bahkan Susi, menyebutkan sebanyak 70 persen sampah plastik berpotensi masuk ke laut Indonesia, mengingat 71 persen wilayah Indonesia adalah lautan.
“Kita perlu ikan, kita perlu laut yang indah. Ikan untuk kita makan. Ikan untuk industri perikanan kita, sementara kita juga perlu makan supaya jadi pintar, jadi sehat,” kata Susi Pudjiastuti.
Untuk itu, ia bertekad akan akan terus mengkampanye peningkatan kepedulian terhadap sampah plastik.
“Kita teruskan kegiatan demi memenangkan laut, menyukai laut, dengan kampanye-kampanye tentang bahayanya sampah plastik. Di beberapa pasar ikan tidak boleh menggunakan plastik sekali pakai, ”ujar Susi.
Sementara itu, Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.
Sementara itu, berdasarkan sumber yang sama, kantong plastik yang terbuang hingga 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik.
Editor: Jhonny













