EkonomiPeristiwa

80% pengerajin Kayu di Daerah Minim Pengetahuan Interior hpl

×

80% pengerajin Kayu di Daerah Minim Pengetahuan Interior hpl

Share this article

Road show berlangsung dari tanggal 15-19 Juli 2019 dimulai dari kota Prabumulih, Pagaralam dan berakhir di Baturaja ini dihadiri 40 pengerajin kayu solid ini. Dipilihnya ketiga daerah tersebut lantaran baik masyarakat maupun pemerintah telah menggunakan furniture interior HPL.

Pihaknya menyayangkan pengerajin yang mengerjakan beberapa pekerjaan interior bukan pengerajin lokal, padahal mereka memiliki kemampuan tak kalah dengan pengerajin dari luar.
” Target kita, para pengerajin kayu di daerah ini memiliki kemahiran dalam membuat furniture interior HPL sehingga mereka tak kalah bersaing dengan pengerajin dari luar,” harapnya.

Juliansyah selaku Area Sales Manager Sumbagsel menambahkan dalam road show ini mengandeng komunitas Hobi Kayu Sriwijaya tidak hanya diperkenalkan produk HPL tetapi juga diberikan pelatihan bagaimana mengaplikasi HPL, mulai dari cara pengeleman, pemotongan, hingga pemasangan Edging dibimbing langsung dari komunitas hobi kayu Sriwijaya.
“Kami melihat komunitas ini memiliki visi misi yang sama dengan kami, yakni meningkatkan ekonomi kreatif bagi masyarakat, dengan adanya pelatihan ini miniman para pengerajin kayu ini mengetahui dasar dari pengerjaan meubel HPL”tambahnya.

Lanjutnya, saat ini permintaan furniture minimalis sangat tinggi lantaran minat masyarakat yang dulu menggunakan kayu solid sekarang mulai beralih ke bahan HPL. Selain itu juga didukung dari jenis HPL beraneka ragam mulai dari warna, colak dan motif HPL. “Harapan kita para pengerajin kayu ini jangan sampai ketinggalan, karena zaman semakin maju sehingga menuntut mereka harus lebih kreatif dan mahir lagi dalam membuat suatu produk” tuturnya.
“Kita tidak hanya workshop ini saja, kedepannya kita akan mengajak pengerajin kayu solid untuk membuat suatu furniture interior selama satu hari full tentunya dengan pendamping yang berpengalaman dari komunitas hobi kayu Sriwijaya” ungkapnya.

Beni selaku anggota hobi kayu Sriwijaya menambahkan para pengerajin kayu di daerah sudah mengenal HPL tapi mereka masih minim pengetahuan bagaimana cara mengaplikasinya sehingga menjadi produk furniture.
“Umumnya mereka tahu tapi belum pernah melihat secara langsung bagaimana cara memotong dan mengelem, oleh karena kita hadir disini untuk berbagi ilmu dan sharing pengalaman bagaimana pengaplikasian HPL”ujarnya.

Sementara itu, Dadang salah satu pengerajin kayu di Baturaja mengatakan banyak calon konsumen yang mendatangi workshopnya untuk membuat furniture interior HPL, namun dirinya harus kehilangan orderan lantaran ketidaktahuan dirinya terhadap pengaplikasian HPL serta jauhnya membeli produk HPL Taco.
” Kalau lihat dari kerjanya sangat praktis, pilihan warna y juga, apalagi sekarang kita sudah tahu ada toko yang jual HPL Taco disini,” tutupnya.

 

Editor : Chandra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *