3. Sampaikan dengan hati-hati
Berkata jujur memang baik, tapi pastikan Anda tidak asal bicara di depannya. Hindari langsung menyerang, mengkritik, memojokkan, atau menyalahkan pasangan.
Sebaliknya, mulailah pembicaraan dengan kata-kata yang positif dan intonasi yang lembut. Satu lagi, pastikan Anda tidak membahas masalah ini di depan orang lain.
Ajaklah pasangan bicara empat mata di waktu senggang. Ketika sudah mendapatkan waktu yang pas, Anda dapat membuka obrolan dengan kalimat sederhana. Misalnya saja, “Kamu baik-baik saja, ‘kan? Aku khawatir kamu sedang sakit. Soalnya, bau badan bisa jadi tanda bahwa ada yang salah dari tubuh.”
Pasangan Anda mungkin tahu bahwa dirinya punya bau badan yang mengganggu. Namun, dengan pertanyaan ini Anda dapat menemukan penyebab bau badan yang dialami pasangan tanpa harus menyakiti perasaannya.
Kulik lebih jauh tentang cara mereka merawat kebersihan badannya serta makanan apa saja yang mereka konsumsi akhir-akhir ini.
4. Tawarkan solusi
Setelah berhasil menyampaikan keluh kesah Anda, jangan lupa untuk tawarkan solusi. Bila pasangan malas mandi, Anda bisa sampaikan bahwa kebiasaan itu tidak hanya bikin badan bau tapi juga masalah kulit seperti panu. Oleh sebab itu, mintalah pasangan untuk rutin mandi dan ganti pakaian dalam setiap hari.
Jangan lupa beri pasangan rekomendasi terkait produk deodoran atau parfum yang dapat mengurangi bau badan. Ingatkan pula pasangan untuk menghindari makanan yang punya aroma kuat dan menyengat. Misalnya makanan berlemak, kari, dan bawang putih.
Jangan ragu mengajak pasangan periksa ke dokter untuk memastikan penyebab pasti bau badan yang mereka alami.
Editor : John.W













