Headline

Mengulas Sejarah Hingga Pembuatan Songket Palembang

×

Mengulas Sejarah Hingga Pembuatan Songket Palembang

Share this article

KORDANEWS – Perpaduan antara benang Merah, Biru, Putih berpadu dengan benang emas membuat corak yang istimewa yang membuat kain dari kain songket yang merupakan kain khas Kota Palembang.

 

 

Didalam jendela melibatkan 2×4 meter Songket terpajang dengan berbagai motif Mulai dari Lepus, Beranti hingga Tabur yang merupakan hasil karya dari Songket Serengam Setia yang berada di Jalan Ki Gede Ing Suro, 32 Ilir Palembang.

 

 

Pemilik Songket Serengam, Nyimas Ida Mahidin mengatakan datang songket di Palembang sudah lama pada zaman Kesultanan di Kota Palembang.

 

 

Pada zaman dahulu, songket ini diperuntukkan untuk busana pengantin dengan motif yang belum terlalu banyak yaitu Bungo Lepus dan lain sebagainya.

 

 

Seiring waktu, kain tenunan pun berkembang dan berinovasi hingga muncul berbagai motif dan perpaduan warna.

 

 

“Dahulu itu sangat sulit untuk mendapatkan bahan baku emas. Namun, kini bahan baku songket sudah lebih ringan,” katanya saat ditemui ditempat berusahaanya, Senin (29/7).

 

 

Untuk membuat satu songket, ia mengundang bukan perkara mudah. Apalagi, untuk motif lepus atau corak penuh. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan mencapai tiga bulan, karena memang harus menentukan pola dan ditenun menggunakan tenaga manusia.

 

 

“Beruntung saat ini masih banyak para penenun songket sehingga sampai sekarang kain songket tetap dapat difasilitasi,” kata ibu empat anak ini.

 

 

Dari sejarah datang, perjuangan pun dimulai untuk memulai usaha songket ditahun 73. Dimana awalnya dimulai oleh neneknya dan diturunkan kepada orangtuanya yaitu Kms Mahidin Ahmad dan Nyayu Sadiah. Hingga akhirnya estafet.

 

 

Ia mengakui ketertarikannya menggerakkan songket ini karena kain ini merupakan ciri khas Kota Palembang yang harus tetap dijaga dan jangan sampai hilang oleh perkembangan zaman.

 

 

“Saya sangat senang melihat songket karena ada yang khas yang tidak dimiliki oleh orang lain,” terang ibu kelahiran tahun 76 ini
Lima Songket Lama yang Tetap Tersimpan
Ketertarikannya di songket ini pun berhasil mengoleksi beberapa songket lama. Tercatat hingga kini ada lima songket lama yang disimpannya sesuai motif nago besaung dan kemben bungkun.

 

 

“Songket lama ini merupakan warisan nenek moyang dan ada juga yang dibeli dari kolektor,” katanya.

 

 

Menurutnya, lama songket ini dilihat artistik dari songket saat ini. Karena itu, ia mengaku tidak heran jika songket lama lebih mahal harganya mulai dari Rp5 juta hingga Ratusan juta rupiah.
Ia pun menerima untuk mendapatkan songket lama ini, mengaku pernah membeli langsung ke Bali. Meskipun begitu, terkadang dia mendapatkan songket yang rusak dan perlu diperbaiki kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *