Wapres berharap dengan adanya asosiasi semacam Ipemi dapat mendorong semakin banyak muslimah dan muslim di Indonesia untuk terjun dalam dunia wirausaha. Terlebih lagi, dengan perkembangan teknologi saat ini peran perempuan dalam rumah tangga semakin dimudahkan sehingga banyak waktu yang bisa digunakan untuk merintis usaha.
“Dengan waktu yang banyak itu, supaya tidak habis hanya untuk bergosip, maka yang lebih produktif adalah menjadi pengusaha, sehingga muslimah pengusaha itu dapat mengembangkan usahanya dengan baik,” ujar Wapres.
Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil mengatakan rakernas ke-IV tersebut diselenggarakan untuk memberikan pelatihan serta bertukar pikiran antara muslimah pengusaha dalam mengelola bisnis. Melalui rakernas tersebut, Ingrid berharap Ipemi mampu meningkatkan peran dan fungsi strategis dalam membantu pengembangan usaha para muslimah untuk berkembang dalam pembangunan nasional.
Sebelumnya, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengaku gelisah dengan kondisi perekonomian Indonesia yang tidak dimiliki umat Muslim. Padahal, jumlah penduduk beragama Islam di Indonesia adalah mayoritas. “Saya gelisah, katanya kita (umat Islam) mayoritas, tapi peran kita minoritas,” ujarnya.
Menurut Anwar, sebagai mayoritas mestinya umat Islam bisa mendominasi geliat perekonomian nasional. Namun, kataya, jika berkaca dari jumlah orang terkaya di Indonesia justru yang beragama Islam hanya satu orang.
“Dari 10 orang terkaya di negeri ini hanya satu yang beragama Islam, dari 50 orang terkaya hanya 2 orang, ini menyakitkan,” katanya.
Editor : Jhonny













