“Mungkin aneh bagi kita semua melihat barang-barang antik ini. Namun kami tidak sedang melakukan sesuatu yang salah,” kata Pompignoli.
Kawasan Predappio di Italia telah menjadi pusat wisata bagi turis yang ingin belanja memorabilia para diktator seperti Hitler dan Mussolini. Sumber: John Gladwin/Sunday Mirror/mirror.co.uk
Pompignoli berharap ruang bawah tanah tempat jasad Mussolini dibaringkan bisa terus dibuka sepanjang tahun karena hal itu bisa mendorong perputaran roda bisnisnya. Keinginan Pompignoli itu sejalan dengan harapan Roberto Canali, Walikota Predappio, yang baru terpilih Mei 2019 lalu.
Menurut Canali, dia bukan pendukung diktator Mussolini, namun dia mendukung pembukaan sepanjang tahun ruang bawah tanam tempat makam Mussolini. Dia memproyeksikan ruang bawah tanah makam Mussolini bisa mendatangkan sekitar 100 ribu wisatawan ke kotanya per tahun yang itu artinya revenue senilai lebih dari satu juta euro atau sekitar Rp 15 miliar.
Canali mengatakan sudah berjumpa dengan cicit Mussolini dan dia pun setuju dengan gagasan pembukaan ruang makam tersebut sepanjang tahun. Dukungan juga mengalir dari masyarakat Predappio karena itu bisa lebih menghidupkan perekonomian lokal
“Saya rasa ini bukan untuk mendorong lebih banyak fasisme. Wajar saja orang datang ke sini karena rasa penasaran mereka. Kami ingin menarik turis yang baik,” kata Canali.
Editor : John.W













