Adegan ke 10 , usai sholat ashar korban terkapar di depan pintu masjid, dimana diduga korban kesurupan. Saat korban terkapar , ia berkata ” jangan pukul lagi”. Pada adegan ke 11 korban di papah oleh tersangka Oby Frisman Arkataku dan di dampingi bagian kesehatan Tutri Komala.
Lalu di adegan 12 dan 13 , korban masuk ke barisan lagi dengan baju yang terbuka. Adegan 14 , korban duduk di barisan paling belakang. Adegan 15 senior Anggar Sugarda datang dan menarik baju korban. Pada adegan 16 Anggar memukul korban di perut bagian kiri. Di adegan 17 , usai memukul perut korban , ada dua teman korban berkata ” sudahlah kak , Dio tu habis kesurupan”.
Lalu adegan 18 , 19 dan 20 , Anggar memapah korban , dan dipinggirkan lalu di periksa Tim medis dan di bawa menggunakan mobil kembali ke sekolah. Kemudian adegan 21 dan 22 , tim medis memeriksa keadaan Wiko saat berada barak nomor 04. Di adegan 23 dan 24 Disitu Wiko berkata pada tim medis ,bahwa perut sebelah kirinya sakit. Adegan terkahir yakni 25 korban dibawa ke Puskesmas. (Dik)
Editor : Jhonny













