3. Pembengkakan lidah
Akibat kurang darah berikutnya adalah membuat organ-organ di seluruh tubuh mengalami kekurangan oksigen. Kondisi ini bisa membuat otot-otot di seluruh tubuh mengalami pembengkakan, termasuk pada otot lidah. Penyakit kurang darah ini juga membuat sudut bibir menjadi retak-retak dan kering.
4. Memengaruhi tumbuh kembang anak
Zat besi adalah komponen penting dalam menunjang pertumbuhan sel anak. Seorang anak yang mengalami penyakit kurang darah berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang. Akibat kurang darah pada anak biasanya menyebabkan berat badan yang tak kunjung naik dan menurunnya nafsu makan.
5.Sindrom restless leg
Penyakit kurang darah yang disebabkan oleh defisiensi zat besi bisa membuat penderita mengalami kaki gelisah atau sindrom restless leg. Sindrom ini membuat getaran menjalar di kaki–seperti aliran listrik. Hal ini membuat penderita ingin terus menggerakan kaki seperti halnya seorang yang sedang gelisah.
6. Terganggunya kesehatan reproduksi
Akibat kurang darah pada wanita usia remaja dan dewasa bisa menganggu kesehatan reproduksi dalam jangka panjang. Penyakit kurang darah ini lebih rentan terjadi saat sedang hamil dan bersalin. Persalinan prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, keguguran dan perdarahan usai persalinan adalah beberapa komplikasi yang bisa muncul.
7. Mengalami gagal jantung
Komplikasi akibat kurang darah yang paling berbahaya adalah gagal jantung. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih untuk memompa darah dan memenuhi kebutuhan oksigen di seluruh tubuh. Kondisi inilah yang bisa menimbulkan pembesaran jantung atau gagal jantung.
8. Mudah terkena infeksi
Penyakit kurang darah bisa membuat Anda lebih rentan mengalami infeksi. Hal ini dikarenakan sel darah merah mempunyai peran untuk memengaruhi kinerja sistem imun dalam melawan bakteri dan virus.
Nah, itulah beberapa akibat kurang darah yang bisa terjadi pada kesehatan tubuh Anda. Agar beberapa masalah di atas tidak terjadi pada Anda, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi suplemen zat besi, vitamin C, atau konsumsi jus jeruk.
Karena kaya akan vitamin C, jeruk dapat membantu menyerap zat besi pada tubuh. Zat besi merupakan komponen pada sel darah merah yang tidak hanya membantu peningkatan oksigen tetapi mempercepat pembentukan sel darah merah. Vitamin C sendiri dapat meningkatkan penyerapan zat besi pada tubuh.
Sejumlah makanan yang mengandung zat besi di antaranya kacang-kacangan, biji-bijian, telur, sereal, sayuran berdaun hijau, daging merah, dan buah kering. Jika Anda khawatir bahwa makanan yang Anda konsumsi tidak mengandung cukup vitamin, disarankan untuk mengonsumsi multivitamin. Sementara itu, akibat kurang darah yang disebabkan oleh penyakit tertentu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan yang tepat.
Editor :John.W











