Suatu kali dalam wisata sekolah ke museum, Dora, Diego, dan dua kawan yang juga dijauhi, Sammy (Madeleine Madden) serta Randy (Nicholas Coombe) mendapat tugas mencatat berbagai barang kuno yang tersimpan. Tugas itu ternyata membuat mereka diculik oleh sekelompok orang dan dibawa ke negara lain.
Tiba-tiba, seorang pria bernama Alejandro datang dan mengaku sebagai teman orang tua Dora. Ia membantu Dora dan kawan-kawan melarikan diri. Namun di perjalanan, Alejandro mengatakan orang tua Dora telah hilang dan bahwa sekelompok tentara mencari mereka agar bisa masuk ke Parapata untuk mencuri harta karun.
Petualangan Dora di hutan bebas yang pertama pun dimulai.
Dengan target penonton semua umur, film Dora yang banyak mengambil referensi dari kartunnya memiliki ritme tak jauh berbeda.
Dora masih gemar bernyanyi, berbicara di depan kamera seolah penonton ikut langsung ke dalam petualangannya, hingga terjebak dalam rintangan demi rintangan. Beberapa kawan Dora seperti Benny si Sapi pun muncul sebagai kameo.
Bobin seolah hanya memindahkan petualangan di kartun tanpa memikirkan relevansi. Seperti rubah yang bisa berbicara dan menjadi tangan kanan manusia, kemudian petualangan berhari-hari tanpa terlihat kelaparan, dan rintangan demi rintangan yang dapat diselesaikan dengan mudah.
Konflik yang terjadi pun tidak begitu intens. Alur cerita mudah ditebak. Begitu juga dengan karakter baik dan jahat.
Di sisi lain, patut diapresiasi bagaimana karakter Dora menularkan sikap positif. Di balik keceriaannya, dia digambarkan memiliki hati yang tak melulu berani dan aktif menghadapi hal apapun.
Setidaknya, meski sisi itu ditampilkan dalam porsi sedikit, gambaran tersebut cukup menunjukkan sisi manusia dari karakter Dora. Nilai-nilai kebajikan pun cukup dominan dihadirkan dalam Dora and The Lost City of Gold, sehingga menjadikan film ini layak untuk disaksikan siapapun.
Editor :John.W













