Dikatakan Gubernur, sehari sebelumnya, Senin (26/8) siang, dirinya telah melakukan pemantauan karhutla di sejumlah lokasi di mulai dari Kabupaten Pali dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melului jalur udara.
Dari hasil tinjauannya bersama dengan Tim BPBD Sumsel didapat informasi, saat ini api yang sempat berkecamuk di sejumlah lokasi di Kecamatan Bayung Lencir Kab. Muba sudah berangsur padam, namun dari ketinggian terlihat anak-anak sungai mulai mengering, sawah-sawah kekeringan dan tanaman banyak yang menguning.
“Karena saya berinisiatif untuk mengajak kita semua melakukan sholat Istisqo secara serentak. Saya juga sebelumnya telah melayangkan telegram kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melaksanakan sholat Istis’qo didaerahnya masing-masing,” terangnya.
Herman Deru berharap dengan sholat istisqo dan doa bersama yang dipanjatkan secara serentak di Sumsel tersebut. Akan diijabah Allah SWT yang ditandai dengan turunnya air hujan.
“Insyaa Allah melalui sholat istisqo ini, Allah SWT akan turunkan hujan, Aamiin,” ucap Herman Deru sembari mengajak warga untuk bijak menggunkan air serta menggalakan penanaman pohon.
Sementara itu, KH. Kgs Ahmad Nawawi Dencik Al Hafidz dalam khotbahnya kembali mengajak jemaah untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Selain itu khotib mengutif ayat Al-Qur’an Surat Nuh ayat 10-12 yang intinya diperinthkan untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun atas dosa-dosa yang pernah dilakukan. Ahmad Nawawi menegaskan, Allah maha pengampun dengan peristighfar Allah akan menurunkan ujan yang lebat, membannyakan harta dan anak-anak dan akan mengadakan kebun-kebunan dan sungai -sungai.
Istighfar merupakan pengangkat derajat, Pemberbanyak catatan amal . Sekarang ini banyak orang mengeluh akibat kekeringan. Obatnya adalah taubat nasuha, istighfar kepada allah SWT. Kita mengakui doa kita dengan cara bertaobat. Mari kita berdoa kepada Allah semoga hujan segera diturunkan,” ucap KH. Kgs Ahmad Nawawi Dencik menutup khotbahnya













