EkonomiSumsel

Pemkot Palembang Ingatkan, Lahan pertanian Jangan Dialihkan Sebagai Lahan Pembangunan

×

Pemkot Palembang Ingatkan, Lahan pertanian Jangan Dialihkan Sebagai Lahan Pembangunan

Share this article

Lebih lanjut dikatakannya, Kementerian Pertanian RI akan menambah 200 ribu Ha lahan baru untuk lahan pertanian di Sumsel, dan Palembang termasuk didalamannya. “Kita tiap tahun memberikan bantuan peralatan untuk pertanian, mulai dari alat pompa, hingga kebutuhan petani lainnya,” bebernya.

Dari komitmen Pemkot Palembang terus mempertahankan lahan pertanian yang ada, dari sektor pertanian, katanya, lahan yang ada bisa lebih dioptimalkan dengan cara melakukan terobosan baru penanaman padi dua kali dalam satu tahun.

“Jadi Palembang tidak perlu lagi mengandalkan pasokan padi dari luar Palembang, kalau semua lahan yang ada bisa dilakukan penanaman padi dua kali dalam satu tahun, bisa di bayangkan hasil melimpah yang akan didapat petani,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, petani harus menjadi raja di tanahnya sendiri tanpa mengandalkan pasokan beras dari luar daerah, meski saat ini hasil panen dari beberapa kawasan yang ada belum mencukupi kebutuhan beras untuk kota sendiri.

“Tahun depan kita akan menganggarkan dari APBD untuk sektor pertanian ini lebih besar lagi, tahun ini APBD Kota Palembang telah menganggarkan RP 2 M lebih hanya untuk sektor pertanian saja,” ungkap Fitri.

Lebih lanjut dikatakannya, lahan pertanian yang tersebar di pinggiran Sungai Musi, memiliki luas lahan yang masih sangat menjanjikan, yakni seluas 4.070 Ha tersebar di beberapa kecamatan.

“Kita sudah mengalakan program khusus mempercepat proses pengolahan tanah tanam dua kali dalam satu tahun, tahun ini saja, ada 100 Ha lahan yang sudah ditanami selama dua kali dalam satu tahun, artinya kesejahteraan petani mulai membaik” tambahnya.

“Untuk itulah kesejahteraan petani dulu yang harus dipikirkan, sehingga alih lahan tidak terjadi, terlebih mereka beralih profesi dari petani ke profesi pekerjaan lain, ” jelasnya.

Menurutnya, untuk larangan alih fungsi lahan sendiri, telah diatur aturan khusus pemetaan lahan pertanian yang ada. Jadi lahan pertanian tidak boleh dialihkan untuk lahan pembangunan yang lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Palembang Sayuti mengatakan, hasil panen padi tahun 2019 mengalami peningkatan dari 4.070 lahan yang ada 100 Ha lahan pertanian sudah melakukan penanaman padi dua kali dalam satu tahun.

“Alhamdulilah sekarang petani kita sudah dua kali dalam setahun melakukan panen, meski ada peningkatan dalam panen, kekhawtiran gerusan lahan pertanian dari ancaman devlover perumahan dalam kawasan tertentu masih menjadi ancaman.” ungkapnya.

“Kalau lahan pertanian yang hilang karena pembangunan perumahan pasti adalah, seperti di Kalidoni,” tutupnya (eh)

Editor : Jhonny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *