Health

Keringat Dingin: Penyebab, Ciri-Ciri, Cara Mengatasi

×

Keringat Dingin: Penyebab, Ciri-Ciri, Cara Mengatasi

Share this article

KORDANEWS – Tubuh akan secara alamiah mengeluarkan keringat ketika sedang berada di tempat bersuhu panas, sehabis melakukan aktivitas fisik, atau saat suhu tubuh mengalami peningkatan akibat demam. Akan tetapi, pernahkah tubuh Anda mengeluarkan keringat, bahkan saat sedang berdiam dan di tempat dengan suhu dingin? Jika ya, maka ini disebut keringat dingin. Apa penyebab keringat dingin? Bagaimana cara mengatasinya?

Apa Itu Keringat Dingin?
Keringat dingin adalah suatu kondisi di mana tubuh mengeluarkan keringat secara tidak wajar. Maksudnya tidak wajar di sini adalah, keringat keluar bahkan saat suhu tubuh sedang tidak ada peningkatan, pun Anda sedang tidak berada di tempat bersuhu panas dan melakukan aktivitas fisik.

Alih-alih kulit merasa kepanasan, yang Anda rasakan ketika muncul keringat dingin adalah, tubuh merasa kedinginan dan permukaan kulit menjadi lembap. Keringat dingin (hiperhidrosis sekunder) sejatinya merupakan sinyal atau gejala dari suatu penyakit, dari mulai penyakit yang sifatnya ringan, bahkan hingga penyakit serius yang tergolong darurat.

Penyebab Keringat Dingin
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, keringat dingin adalah sinyal atau gejala dari suatu penyakit tertentu. Berikut ini adalah kondisi penyebab keringat dingin yang perlu Anda ketahui sekaligus waspadai.

1. Migrain
Sakit kepala sebelah (migrain) adalah jenis sakit kepala yang salah satu gejalanya adalah keringat dingin. Pasalnya, rasa nyeri yang ditimbulkan saat migrain ini cenderung parah, sehingga tubuh perlu mengeluarkan keringat dingin guna merespons rasa nyeri tersebut.

2. Vertigo
Vertigo adalah kondisi di mana penderitanya mengalami rasa pusing yang sangat hebat, sampai-sampai ia merasa dirinya sedang berputar-putar. Penyakit vertigo ini juga menjadi penyebab keringat dingin, di samping munculnya gejala-gejala lain, seperti:

-Gangguan penglihatan (diplopia)
-Telinga berdengung (tinnitus)
-Gangguan berbicara

3. Mual
Saat Anda berada dalam kondisi mual dan ingin muntah, selain perasaan tidak nyaman, keluarnya keringat dingin dari dalam tubuh juga menjadi gejala lainnya yang umum dirasakan.

Mual sendiri disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari penyakit lambung, efek samping obat, atau bahkan gara-gara makan terlalu banyak.

4. Infeksi
Infeksi, apabila sampai menimbulkan demam, akan secara otomatis menyebabkan keringat dingin pada tubuh. Pun demikian ketika infeksi sudah dalam tahap yang parah (sepsis), maka kondisi ini bisa menimbulkan syok yang salah satu gejalanya adalah muncul keringat dinging.

5. Hipotensi
Penyebab keringat dingin selanjutnya adalah hipotensi. Hipotensi adalah istilah untuk menggambarkan kondisi di mana tekanan darah berada di bawah normal. Hipotensi sebenarnya merupakan kondisi yang wajar, dan umumnya terjadi saat Anda sedang tidur atau melakukan aktivitas ringan.

Akan tetapi, ada kasus di mana hipotensi ini sampai menyebabkan kurangnya pasokan oksigen terhadap otak, pun sejumlah organ tubuh lainnya. Jika begitu, maka hipotensi dapat dikategorikan sebagai kondisi berbahaya dan harus segera ditangani.

6. Hipoglikemia
Jika pada hipotensi yang berada di bawah batas normal adalah tekanan darah, maka pada hipoglikemia, yang berada di bawah batas normal adalah gula darah. Kondisi ini juga menjadi penyebab keringat dingin muncul di sekujur tubuh penderitanya.

7. Hipoksia
Saat Anda sedang berada di tempat yang minim oksigen (seperti di dataran tinggi), hal in lantas akan berujung pada kondisi yang dinamai hipoksia. Hipoksia terjadi ketika pasokan oksigen ke sejumlah organ tubuh berkurang, tentu saja penyebabnya karena tubuh tidak bisa menghirup banyak oksigen di tempat tinggi tersebut. Dampaknya, tubuh akan bereaksi dengan cara mengeluarkan keringat dingin.

8. Hipertiroidisme
Hipetiroidisme adalah kondisi di mana kelanjar tiroid menjadi terlalu aktif, sehingga produksi hormon tiroksin menjadi berlebihan. Hipertiroidisme ditandai oleh gejala salah satunya keringat dingin. Kondisi ini memerlukan penanganan medis, kendati bukan tergolong keadaan yang darurat.

9. Menopause
Ketika seorang wanita memasuki periode menopause, yakni berhentinya siklus menstruasi akibat perubahan keseimbangan antara hormon progesteron dan estrogen, maka keringat dingin menjadi salah satu gejala yang umum dialami, selain gejala lainnya seperti hot flashes.

10. Syok
Manakala aliran darah ke otak dan sejumlah organ vital lainnya, hal ini mengakibatkan pasokan oksigen dan nutrisi menjadi berkurang. Pada perkembangannya, kondisi tersebut dapat menyebabkan syok. Keringat dingin menjadi salah satu gejala dari syok. Sayangnya, syok termasuk ke dalam kondisi yang berbahaya dan dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

11. Penyakit Jantung
Waspada, karena keringat dingin yang Anda alami bisa jadi pertanda adanya penyakit jantung. Ciri-ciri keringat dingin akibat penyakit jantung juga disertai oleh gejala lainnya, yaitu:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *