Health

Keringat Dingin: Penyebab, Ciri-Ciri, Cara Mengatasi

×

Keringat Dingin: Penyebab, Ciri-Ciri, Cara Mengatasi

Share this article

-Nyeri dada
-Nyeri leher, punggung, rahang, dan perut
-Sesak napas
-Kepala pusing
-Segera kunjungi dokter apabila Anda merasakan gejala-gejala tersebut agar bisa segera dilakukan penanganan medis sebelum kondisi bertambah parah.

12. Kanker
Selain jantung, penyakit mematikan lainnya yang ditandai dengan keringat dingin adalah kanker. Jenis kanker yang dimaksud meliputi kanker limfoma, kanker darah (leukemia), dan kanker tulang. Selain itu, terapi kanker seperti kemoterapi dan radioterapi juga berpotensi menyebabkan efek samping berupa keringat dingin.

13. Hilang Kesadaran
Hilang kesadaran sesaat atau pingsan umumnya diawali oleh gejala keringat dingin pada penderitanya. Kondisi ini umumnya berlangsung beberapa saat sebelum penderita akhirnya benar-benar pingsan.

14. Cedera
Cedera yang timbul, baik akibat kecelakaan, amputasi, dan lainnya, juga berpotensi menyebabkan penderitanya mengalami keringat dingin, utamanya saat rasa nyeri akibat cedera sedang kambuh.

15. Stres
Stres atau rasa cemas berlebih menjadi penyebab keringat dingin yang lumrah dialami setiap orang, sebagai contoh seseorang yang merasa gugup (nervous) ketika hendak tampil di muka umum.

16. Obat-Obatan
Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat memicu tubuh mengeluarkan keringat dingin. Anda dimungkinkan untuk mengalami keringat dingin apabila mengonsumsi obat-obatan seperti:

-Obat anti nyeri (naproxen, oxycodone, paracetamol, celecoxib)
-Antibiotik
-Obat hormonal (levothyroxine)
-Diagonis Keringat Dingin
-Keringat dingin adalah gejala dari suatu penyakit. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pemeriksaan guna memastikan penyakit apa yang mendasari terjadinya keringat dingin pada pasien.

1. Anamnesis
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan sehubungan dengan keluhan yang dialami:

-Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
-Apa saja yang dirasakan selain keringat dingin?
-Apakah punya riwayat penyakit tertentu?
-Sedang mengonsumsi obat apa?

2. Pemeriksaan Fisik
Setelah itu, dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien dengan merujuk pada ciri-ciri atau gejala suatu penyakit tertentu. Misalkkan, apakah ada pembengkakan di beberapa bagian tubuh dan sebagainya.

3. Pemeriksaan Penunjang
Oleh karena keringat dingin bisa disebabkan oleh adanya penyakit dalam, maka dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk mempelajari penyebab keringat dingin lebih lanjut. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan seperti CT Scan, MRI, USG, Endoskopi, dan sejumlah tes laboratorium lainnya.

Cara Mengatasi Keringat Dingin
Keringat dingin bukanlah kondisi yang bisa disepelekan, mengingat hal ini menjadi pertanda bahwa ada yang salah dengan tubuh Anda.

Cara mengatasi badan lemas dan keluar keringat dingin pun disesuaikan dengan penyakit yang mendasari kondisi tersebut. Sebagai contoh, keringat dingin yang disebabkan oleh hiperglikemia, maka cara mengatasi keringat dingin yang satu ini adalah dengan melakukan pengobatan hiperglikemia.

Selain itu, cara mengatasi keringat dingin juga bisa dengan menggunakan metode sebagai berikut ini:

Iontophoresis, yakni menghantarkan arus listrik berkekuatan rendah ke kulit pasien, guna menyumbat kelenjar keringat. Akan tetapi, metode ini hanya bersifat sementara

Botulinum toxin, yakni menghalau saraf pemberi sinyal kepada tubuh untuk memproduksi keringat
Itu dia informasi mengenai keringat dingin berikut penyebab dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Editor : John.W

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *