KORDANEWS — Musim kemarau yang terjadi di Sumatera Selatan (Sumsel) tak hanya membuat lahan kering tetapi air sungai juga mejadi surut.
Warga yang selama belasan tahun menggunakan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci, mengeluhkan airnya surut tersebut dikarenakan keruh, bau dan kelet atau terasa lengket dilidah maupun kulit.
Kejadian itu terjadi di Keramasan Kota Palembang, saat Kordanews memantau kelokasi langsung memang air terlihat surut dan agak keruh bahkan saat dicium aromanya juga bauk dan lengket.
Namun terlihat warga asik dan sibuk dengan kegiatan masing-masing, ada yang mandi, ada yang bermain perahu sungai dan lain-lain.
Ketua RT 04 di Keramasan Sidinah mengatakan, bahwa sudah belasan tahun warganya terbiasa menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Namun sejak tahun 2018 air sungai yang mereka gunakan tak layak digunakan, bahkan tercemari limbah.
“Kalau airnya pasang tidak masalah, tapi kalau airnya surut jadi bau, lengket dan tidak layak digunakan. Bahkan kalau untuk mandi kulit jadi gatal-gatal. Namun mau bagaimana lagi hanya ada air sungai inilah yang bisa digunakan warga,” kata Sidinah saat dibincangi, Jumat (30/8).
Ia pun menceritakan, bahwa kondisi tersebut sangat terasa sejak dua bulan lalu atau sejak memasuki musim kemarau yang mengakibatkan sungai surut. Terlebih kondisi sungai sendiri saat ini kurang memadai atau sudah tidak layak, sebab selain ada sampah-sampah juga ada limbah dari pabrik karet disekitar lokasi.
“Saat pasang warna airnya keruh seperti abu-abu, namun kalau surut bening. Tapi yaitu kalau surut rasanya kelat atau lengket dan tidak layak digunakan ataupun dikonsumsi. Untuk itu kalau untuk minum ataupun masak warga menggunakan air galon,” ungkapnya.













