HeadlineSumsel

Kesulitan Air Saat Kemarau, Warga Sumsel Terpaksa Gunakan Air Sungai Yang Keruh

×

Kesulitan Air Saat Kemarau, Warga Sumsel Terpaksa Gunakan Air Sungai Yang Keruh

Share this article

Menurutnya, biasanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk minum dan masak dalam satu minggu habis 8 galon. Artinya dalam satu bulan dibutuhkan 32 galon, satu galonya Rp 3500 berarti dalam satu bulan mengelurkan Rp 112.000.

 

 

Sidinah pun mengatakan, bahwa beberapa waktu lalu ada bantuan air dari PDAM ataupun ACT. Namun bantuan air yang diberikan tak mencukupi untuk kebutuhan warga, tapi warga mengucapkan terimakasih artinya masih ada kepedulian pemerintah ataupun sesamanya.

 

 

Menurutnya, selama 15 tahunan ia tinggal di Keramasan tak menikmati aliran PDAM. Ia pun tak tahu pasti kenapa, namun di tahun 2018 pihak PDAM menganggarkanya dan di awal 2019 mulai dipasang pipanya. Kemudian baru beberapa hari ini PDAM nya dipasang. Meskipun PDAM sudah terpasang tapi airnya hanya mengalir beberapa jam saja yaitu mulai pukul 10.00 hingga 12.00.

 

 

“Dengan adanya PDAM kami bersyukur meskipun hanya cukup untuk air minum dan untuk masak, sedangkan untuk mandi, mencuci dan lain-lain kami masih menggunakan air sungai. Kalau yang sudah terpadang PDA. Alhamdulillah tapi kalau yang belum ya belum bisa merasakannya,” ungkapnya.

 

 

Sementara itu Rusmina warga Keramasan yang belum merasakan aliran air PDAM juga mengeluhkan air sungai yang ada. “Sedih rasanya, kondisi kemarau berakibat pada surutnya air dan membuat air sungai jadi tak layak digunakan,” kata Rusmina.

 

 

Apalagi hingga kini rumah yang ditempatinya belum tersalurkan dengan PDAM. Jadi mau tak mau tetap menggunakan air sungai yang ada untuk mandi, cuci pakaian dan lain-lain. Kalau untuk minum dan masak beli air galon.

 

 

“Musim kemarau air surut, rasanya sedih dan susa untuk bisa dapat air bersih. Memang beberapa waktu lalu ada bantuan air, namun itu tak cukup lantaran berebut dengan warga lainnya yang sama seperti saya. Saya pun hanya dapat dua galon dan hanya cukup untuk satu hari,” cetusnya. (Ab)

 

 

 

Editor : Jhonny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *