Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza menuturkan transportasi publik yang baik sudah merupakan kewajiban untuk dipenuhi. Dodi menyebutkan, keteraturan transportasi publik di Kabupaten Muba ada banyak pihak yang terlibat.
“Untuk itu, saya mengucapkan banyak terima kasih atas sinergi yang baik sehingga Kabupaten Muba bisa meraih penghargaan ini,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perbubungan Muba Pathi Ridwan menuturkan, Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) diberikan berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan dengan objek penilaian melalui lima bidang.
“Adapun lima bidang yang dinilai itu adalah bidang lalu lintas (bobot nilai 20 persen), bidang angkutan umum (15 persen), bidang sarana transportasi darat (25 persen), bidang prasarana transportasi darat (15 persen) dan bidang umum (25 persen),” terangnya.
Pathi menambahkan, kemudian poin lainnya yang dinilai yakni fasilitas keselamatan Sarana dan Prasarana Jalan, Etika dan Perilaku Masyarakat di jalan, Ketersediaan Angkutan Massal, dan Inovasi di bidang Lalu Lintas. Lanjut Pathi, di Muba sendiri memiliki Trans Muba yang merupakan moda transportasi publik.
“Alhamdulillah semuanya memenuhi penilaian. Semoga penghargaan ini dapat membuat semua pihak dan warga Muba untuk terus taat lalu lintas,” pungkasnya.
Editor : Chandra.













