Health

5 Macam Obat Maag Akut Dengan Aturan Minum Berbeda

×

5 Macam Obat Maag Akut Dengan Aturan Minum Berbeda

Share this article
Pills macro

Sebagian besar kasus maag akut karena gastritis bisa sembuh dalam beberapa hari atau minggu setelah dilakukan pencegahan terhadap semua pemicu. Namun, pemberian obat bebas maupun resep juga bisa dilakukan sebagai perawatan tambahan.

Pada dasarnya, obat maag akut dan kronis yang disebabkan oleh gastritis tidak jauh berbeda. Hanya saja, ada dosis dan aturan minum tertentu yang dibedakan.

Berikut berbagai obat-obatan yang biasanya dikonsumsi saat maag akut karena gastritis menyerang:

1. Antasida
Pilihan obat maag akut yang bisa dibeli bebas di apotek yakni antasida. Cara kerja antasida yakni dengan menetralkan kadar asam di dalam lambung berkat kandungan magnesium, natrium, kalsium, dan berbagai bahan lain di dalamnya.

Ketika Anda mengalami maag akut yang disebabkan oleh gastritis, dosis minum obat bisa lebih sering. Anda biasanya dianjurkan untuk minum obat antasida ini sesuai dengan arahan dari apoteker maupun petunjuk konsumsi obat.

Antasida biasanya tidak disarankan untuk digunakan dalam waktu lama.

2. H-2 receptor blockers
Obat h-2 receptor blockers juga bisa dikonsumsi guna mengatasi maag akut akibat gastritis, karena membantu mengurangi produksi asam pada lambung. Contoh obat ini meliputi famotidine (Pepcid®) dan cimetidine (Tagamet®).

Namun, Anda tidak bisa sembarangan saat membeli obat ini. Pasalnya, dosis rendah dari h-2 receptor blocker memang bisa dibeli secara bebas, tapi untuk dosis yang lebih kuat hanya bisa diperoleh atas rekomendasi dari dokter.

Supaya hasilnya lebih optimal, pahami aturan konsumsi obat ini dari apoteker, dokter, maupun label kemasan obat. H-2 receptor blocker umumnya bisa diminum selama 10-60 menit sebelum makan.

3. Proton pomp inhibitors (PPI)
Proton pump inhibitors (PPI) atau penghambat pompa proton adalah obat untuk mengatasi maag akut yang disebabkan oleh gastritis. Sama seperti obat h-2 receptor blocker, obat PPi juga bisa Anda peroleh dengan bebas untuk dosis rendah.

Sementara untuk dosis kuatnya, hanya bisa didapatkan melalui resep dokter dan disesuaikan dengan kondisi yang Anda alami. Contoh obat PPI yakni omeprazole (Prilosec®) dan esomeprazole (Nexium®) yang bertugas dengan menghambat produksi asam lambung.

Perhatikan aturan minum obat PPI dari apoteker, dokter, maupun label kemasan obat. Anda biasanya disarankan untuk meminumnya hanya 1 hari sekali, dan tidak boleh diminum terus-menerus selama lebih dari 14 hari.

4. Obat coating agent
Obat ini bertujuan untuk melindungi lapisan perut, sekaligus mencegah kerusakan lambung bagi orang yang rutin minum obat NSAID.

Obat coating agent yang biasanya diresepkan oleh dokter yakni sucralfate (Carafte®), dan misoprostol (Cytotec®). Aturan minum sucralfate biasanya 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.

Sementara misoprostol bisa diminum saat makan dan menjelang tidur. Patuhi dosis dan aturan minum obat sesuai arahan dokter.

5. Antibiotik
Pada beberapa kasus, maag akut karena gastritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori, membutuhkan antibiotik untuk mengobatinya. Jenis antibiotik tersebut misalnya amoksisilin, klaritromisin, dan tetrasiklin (tidak boleh diminum anak di bawah 12 tahun).

Obat antibiotik hanya bisa diberikan melalui resep dokter, sehingga tidak bisa Anda beli dengan mudah. Antibiotik aman untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat antasida, h-2 receptor blocker, maupun PPI. Perhatikan dosis minum antibiotik sesuai saran dokter maupun apoteker Anda.

Umumnya, pengobatan dengan antibiotik dapat memakan waktu selama 10 hari sampai 4 minggu, tergantung kondisi kesehatan Anda.

Editor : John.W

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *