Memasuki babak kedua, Ernesto Valverde membuat dua pergantian penting. Lionel Messi masuk menggantikan Carles Perez dan Ansu Fati menggantikan Junior Firpo. Barca menyerang agresif.
Masuknya Messi mulai mengubah permainan Barca. Seperti biasa, La Pulga menjadi motor serangan Barca. Tempo permainan meningkat.
Biar begitu, justru Granada yang nyaris menggandakan keunggulan mereka. Ter Stegen membuat kesalahan, gagal menangkap bola dengan sempurna. Soldado sempat mengejar bola tersebut sebelum diamankan kembali oleh Ter Stegen.
Ansu Fati, sang bocah ajaib, muncul sebagai pemain terbaik Barca sejak bermain di babak kedua. Dia berusaha membongkar pertahanan Granada lewat sayap kiri.
Ketika Barca mencoba bangkit, Granada memukul kembali. Arturo Vidal handball di dalam kotak penalti. Wasit mengecek VAR dan menghadiahkan penalti pada Granada.
Vadillo maju sebagai eksekutor, Ter Stegen terjun ke arah yang salah. Gol! Granada 2-0 Barcelona di menit ke-66.
Granada tampil kian percaya diri setelah unggul dua gol. Mereka memenangkan duel-duel udara, mengejar bola, dan tampak nyaman bermain.
Puertas masih menjadi salah satu pemain yang paling mengancam. Dia mencoba tembakan jarak jauh di menit ke-78, tapi Ter Stegen masih bisa membuat penyelamatan gemilang,
Menit ke-82, Barcelona mendapatkan dua peluang beruntun. Sayangnya tembakan Vidal masih bisa diblok, lalu tembakan Messi bisa diselamatkan Silva. Lagi-lagi Fati yang berusaha menemukan celah pertahanan Granada.
Memasuki lima menit terakhir pertandingan, Barca masih berusaha menemukan celah pertahanan Granada yang begitu rapat. Tambahan waktu tiga menit tidak cukup, skor 2-0 untuk kemenangan Granada mengantarkan wasit meniup peluit panjang.
Editor : John.W













