Pemberitaan media lokal menyebut di ibu kota Wellington ada sekitar 40 ribu pelajar melakukan aksi ini. Mereka mengajukan sebuah petisi yang menyerukan parlemen agar pemerintah menyatakan darurat perubahan iklim.
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, yang sedang di New York, Amerika Serikat, mengikuti siding umum PBB, mengatakan pihaknya mendapat dukungan dari empat negara yang telah mengajukan sebuah kesepakatan perdagangan baru untuk mengatasi masalah akibat dampak perubahan iklim. Menurutnya, sejumlah negosiasi soal ini akan mulai dilakukan pada awal tahun depan dengan Norwegia, Islandia, Kosta Rika dan Fiji.
Unjuk rasa para pelajar ini menuai kontroversi di Selandia Baru. Banyak yang menyebut para pelajar itu seharusnya berada di sekolah, bukannya turun ke jalan untuk berunjuk rasa soal perubahan iklim. Namun seorang pengunjuk rasa dari Auckland, Elizabeth Glassie, berpandangan pendidikan yang diperolehnya dari sekolah tidak akan ada artinya jika dia tidak punya masa depan atau tak punya tanah untuk hidup.
Editor :John.W













