Health

6 Makanan “Sehat” yang Sebenarnya Malah Kurang Baik untuk Kesehatan

×

6 Makanan “Sehat” yang Sebenarnya Malah Kurang Baik untuk Kesehatan

Share this article

KORDANEWS -Tren gaya hidup sehat dan clean eating yang digandrungi oleh banyak orang dalam beberapa tahun terakhir bisa Anda jumpai dengan mudah di berbagai supermarket dan mall-mall besar. Buktinya, produk makanan sehat yang dilengkapi dengan jargon “organik”, “rendah lemak”, “tanpa gula tambahan”, hingga “tanpa bahan pengawet dan pemanis buatan” banyak tercantum di berbagai produk.

Namun hati-hati, banyak makanan berlabel “sehat” yang kita konsumsi sehari-hari sebenarnya tidak sesehat seperti apa yang selama ini Anda yakini. Jika Anda mengulik lebih dalam mengenai informasi gizi yang tertera di label produk atau menyelidiki apa yang sebenarnya terkandung dalam makanan di balik semua label “sehat” tersebut, Anda akan mengetahui bahwa beberapa makanan ini sebenarnya tidak sehat-sehat amat.

1. Sereal dengan gula tambahan
Sereal adalah salah satu menu sarapan praktis yang jadi favorit banyak orang. Apalagi sereal juga diklaim sebagai makanan sehat. Ini memang tidak sepenuhnya salah, namun kebanyakan sereal instan yang dijual di supermarket justru mengandung gula yang sangat tinggi.

Begitu pun dengan snack granola bar yang pada umumnya tidak mendapatkan serat dari gandum asli atau kacang-kacangan, karena kebanyakan mengambil serat dari ekstrak akar chicory, tanaman hambar yang kaya akan kandungan serat. Serat fortifikasi yang terkandung dalam energy bar adalah serat yang tidak mudah larut.

Solusi: Jika ingin mengonsumsi makanan atau snack instan tapi memiliki manfaat bagi kesehatan, cobalah pilih produk snack bardengan bahan dasar kacang-kacangan atau buah-buahan. Pilihlah terbuat dari kacang kedelai yang tinggi serat dan protein, sehingga dicerna perlahan dalam tubuh memberikan efek kenyang lebih lama.

2. Roti gandum
Tidak semua roti gandum mengandung gandum utuh murni (whole wheat), bahkan produk yang berlaber “multi-grain” atau “seven-grain” masih bisa mengandung tepung terigu olahan.

Roti “multi-grain” hanya menunjukkan bahwa roti tersebut terbuat dari banyak biji-bijian, tidak menyatakan seberapa banyak tahapan proses pengolahan yang dilalui. Gandum olahan telah melalui begitu banyak proses pabrik, dan kandungan bakteri baik, serat, vitamin, dan mineral juga ikut terbuang, meninggalkan hanya karbohidrat sederhana yang bisa meningkatkan kadar gula darah Anda dan menaikkan berat badan.

Lebih lanjut, banyak produk roti gandum yang mengandung minyak hidrogenasi, pemanis buatan, fruktosa (gula jagung), pengawet, hingga pewarna.

Solusi: Perhatikan tabel nutrisi di kemasan produk dan pastikan bahan yang paling pertama tercantum adalah “gandum utuh”(whole wheat) atau “biji utuh” (whole grain). Umumnya, bahan komposisi yang paling pertama dicantumkan memiliki porsi paling besar dalam produk tersebut.

3. Frozen yogurt
Frozen yogurt seperti tidak pernah ada matinya dari tahun ke tahun. Apalagi, kini banyak produk fro-yo yang mengklaim mengandung antioksidan dan detoksifikasi dari berbagai bahan aktif alami, seperti charcoal bamboo. Padahal, sekalipun Anda memilih rasa yang plain, kandungan gula dalam ½ cup frozen yogurt bisa mencapai 25 gram, bahkan sebelum Anda menambahkan topping favorit Anda.

Solusi: racik fro-yo versi Anda sendiri di rumah dengan plain greek yogurt (rendah lemak atau tanpa lemak) dengan topping irisan buah segar, granola, chia seeds, dan/atau madu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *