“Saya dulu bertanya pada diri sendiri, ‘bisakah saya menjadi astronot suatu hari?’ Jadi, ketika saya menerima telepon (terpilih sebagai astronaut), saya tidak bisa percaya. Saya sangat bangga bisa melayani negara saya dan dunia Arab,” ucapnya disela wawancara dengan Khaleej Times.
Dalam misinya itu, Gulf News mencatat Al Mansoori membawa barang bawaan seberat 10 kg yang dipersiapkan di Mohammed bin Rashid Space Centre (MBRSC). Barang-barang yang dibawanya berkaitan dengan warisan, budaya, dan bendera UEA.
Tak hanya itu, ia juga membawa 30 biji pohon Al Ghaf, foto Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, Al Quran, salinan Qissati Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rahid Al Maktoum, serta makanan khas Arab.
Lewat akun Twitter @astro_hazzaa, ia menuliskan persaan jelang keberangkatannya ke luar angkasa.
“Hari ini saya membawa mimpi dan ambisi negara saya ke dimensi yang sama sekali baru. Semoga Allah memberi saya kesuksesan dalam misi ini. Saudaramu, Hazzaa Al Mansoori,” tulisnya, Rabu (25/9).
Saat konferensi pers sehari sebelum keberangkatannya, Al Mansoori ditanya soal bagaimana ia akan melaksanakan ibadah salat selama menghuni ISS.
“Sebagai seorang pilot profesional, saya terbiasa beribadah sambil terbang dengan kecepatan tinggi,” katanya.
Al Mansoori rencananya akan kembali ke Bumi pda 3 Oktober 2019 bersama Hague dan Ovchinin yang sudah lebih dulu menghuni ISS.
Editor :John.W













