Health

10 Penyebab Bunuh Diri yang Perlu Diwaspadai

×

10 Penyebab Bunuh Diri yang Perlu Diwaspadai

Share this article

4. Penyalahgunaan Zat dan Perilaku Impulsif
Konsumsi obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol dapat memengaruhi seseorang untuk bertindak bunuh diri. Tingkat penyalahgunaan zat dan penggunaan alkohol juga lebih tinggi di antara orang dengan depresi dan gangguan psikologis lainnya. Kandungan obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol membuat seseorang lebih impulsif dan cenderung bertindak atas instingnya.

5. Mengalami Kehilangan atau Takut akan Kehilangan
Seseorang dapat memutuskan untuk bunuh diri saat menghadapi kehilangan atau ketakutan akan kehilangan. Situasi-situasi ini dapat meliputi:

-Mengakhiri hubungan dengan pasangan atau sahabat.
-Kehilangan pekerjaan atau menganggur dan tidak dapat menemukan sumber penghasilan tetap yang memadai.
-Kehilangan posisi sosial atau ditolak secara sosial karena kondisi tertentu.
-Kegagalan akademik.
-Mendapatkan perundungan.

6. Keputusasaan
Keputusasaan, baik dalam jangka pendek atau sebagai sifat yang lebih tahan lama, telah ditemukan dalam banyak penelitian berkontribusi pada keputusan untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Penyebab bunuh diri ini mungkin terjadi karena seseorang tidak melihat peluang untuk memperbaiki situasi yang sedang dialaminya. Kondisi ini bisa terjadi karena pesimisme dan keputusasaan selalu menyertai penyakit mental ini.

7. Nyeri Kronis
Jika seseorang menderita penyakit kronis tanpa harapan kesembuhan, bunuh diri mungkin tampak seperti cara untuk mendapatkan kembali martabat dan kendali hidup. Di beberapa negara, bunuh diri yang tidak sakit dengan bantuan tenaga profesional adalah sah untuk alasan ini.

Menurut sebuah penelitian kondisi kesehatan berikut ini dikaitkan dengan risiko bunuh diri yang lebih tinggi, antara lain:

-Asma.
-Sakit punggung.
-Kerusakan otak.
-Kanker.
-Gagal jantung kongestif.
-Diabetes.
-Epilepsi.
-HIV / AIDS.
-Penyakit jantung.
-Tekanan darah tinggi.
-Migrain.
-Penyakit Parkinson.

Jika penyakit yang dialami tidak ada peluang untuk sembuh, seseorang yang mengambil tindakan bunuh diri umumnya didasari untuk mengurangi penderitaan. Menurutnya kematian adalah jalan yang bisa dilakukan untuk mengendalikan nasib.

8. Keterasingan Sosial
Penyebab bunuh diri lainnya yang sering terjadi adalah seseorang dapat menjadi terisolasi secara sosial karena berbagai alasan, termasuk kehilangan teman atau pasangan, penyakit fisik atau mental, kecemasan sosial, memasuki masa pensiun, atau pindah tempat tinggal.

Selain itu, keterasingan sosial juga dapat disebabkan oleh faktor internal seperti rendahnya harga diri. Hal ini dapat menyebabkan kesepian dan meningkatnya faktor risiko bunuh diri seperti depresi dan penyalahgunaan alkohol atau narkoba.

9. Antidepresan
Pada dasarnya antidepresan adalah obat yang aman dikonsumsi. Dalam beberapa kasus, anak-anak, remaja dan dewasa muda di bawah 25 tahun mungkin mengalami peningkatan dalam pikiran atau perilaku untuk bunuh diri ketika menggunakan antidepresan, terutama dalam beberapa minggu pertama setelah memulai atau ketika dosis diubah.

Namun, perlu diingat bahwa antidepresan juga lebih cenderung mengurangi risiko bunuh diri dalam jangka panjang karena kemampuannya memperbaiki suasana hati.

10. Tidak Mendapatkan Bantuan
Kadang-kadang orang mencoba bunuh diri bukan karena benar-benar ingin mengakhiri nyawanya, akan tetapi karena seseorang tidak tahu bagaimana mendapatkan bantuan. Anda harus memahami bahwa upaya bunuh diri bukanlah seruan untuk perhatian, melainkan seruan minta tolong. Ini menjadi cara untuk menunjukkan kepada sekelilingnya betapa terluka dirinya.

Editor : Jhon.Wick

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *