KriminalSumsel

Sebelum Meninggal, Santri PR Sempat Utarakan Keinginan Dengan Ibunya

×

Sebelum Meninggal, Santri PR Sempat Utarakan Keinginan Dengan Ibunya

Share this article

KORDANEWS — Kematian santri bernama PR (14) akibat terluka jatuh dari pohon kelapa seorang santri dari pondok pesantren Raudhatul Ulum, di wilayah Sakatiga, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pukul 02.00 WIB, Senin (21/10).

 

 

 

Membuat ibu korban Nursiah (43) yang baru mendapat kabar mengenai anaknya pada pagi hari terkejut.

 

 

 

Ibu korban masih tidak percaya anak laki-lakinya tersebut meninggal dunia. Dirinya bahkan tidak bisa menahan tumpahan air mata saat menunggu anaknya di visum.

 

 

Diakui Nursiah terakhir bertemu dengan buah hatinya dua bulan lalu saat liburan bersama ke Pagaralam, Sumsel. Saat itu sang anak mengatakan akan melanjutkan pendidikan pesantren ke Pulau Jawa usai selesai pendidikan di Ogan Ilir.

 

 

“Dia sering cerita kalau ingin jadi hafiz al quran, dan sudah minta izin mau melanjutkan pendidikan ke Solo. Dia pun mengaku betah di pesantren,” jelas dia.

 

 

Sebelumnya dari pengakuan Nursiah yang tinggal di daerah Pumulutan, Ogan Ilir tersebut mengaku terakhir berkomunikasi dengan anaknya 3 hari lalu tepatnya pada hari Jumat.

 

 

“Aku gak ada firasat, cuma dia jumat minta dijemput pulang, selama ini anak saya tinggal di asrama,” ujar Nurasiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *