Menurut HD Ia tidak bermimpi yang muluk-muluk. Inovasi kabupaten manapun dan kota manapun muaranya adalah penurunan angka kemiskinan. Paling tidak Ia meminta setiap daerah dapat menekan angka kemiskinan 1 persen saja per tahun.
” Tadikan saya contohkan. Saya dapat kalung penghargaan yang saya dapat dari Presiden. Itu bukan buat pamer tapi menyemangati karena saya dapat itu karena saya berinovasi. Menurunkan angka kemiskinan di OKUT dari 17% lebih menjadi satu digit,” jelasnya.
Bupati dan walikota menurutnya harus berani terbuka dengan gubernur untuk melakukan inovasi agar Pemprov lebih mudah membantu kebutuhan keuangan. Apalagi APBD 2020 tengah disusun saat ini. ”
“Yang jelas inovasi ini tujuannya jangan hanya untuk politik saja atau untuk pamor pribadi saja. Saya ingin inovasi ini kedepan bukan lagi top down tapi button up sehingga kebutuhan daerah bisa dipenuhi. Intinya untuk melakukan inovasi ini juga buuh kepiawaian dan kemauan serta menyamakan tujuan,” jelasnya.
Sementara itu Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sumsel Prof Edwar Juliartha, menjelaskan bahwa inisiasi ini lahir hanya 15 setelah Gubernur Sumsel H.Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya dilantik melalui Instruksi Gubernur.
Hal ini menurut Edwar sesuai dengan apa yang disampaikan Presiden bahwa pemerintahan ini harus lebih kreatif dan berusaha menyelesaikan masalah lebih cepat dan tepat.
“Nah untuk mencari jalan keluar dan memecahkan masalah itu kata kuncinya ada inovasi. Biar kita bisa semakin kreatif dalam rangka menghadirkan pemerintahan di tengah masyarakat. Jadi memang ini harus dilakukan, minimal satu tahun satu inovasi,” jelasnya.
Editor : Chandra.













