5. Hotel
harus ganti kasur
Pada saat bepergian dan menginap, kebersihan tentu menjadi perhatian utama ketika Anda memilih hotel. Hotel tentu menjadi tempat yang umum digunakan banyak orang dan bisa menjadi sarang kuman.
Kondisi ini sebagian besar diakibatkan oleh kutu kasur atau kutu busuk. Kutu kasur memang tidak mendatangkan penyakit, tetapi jenis kuman yang satu ini dapat menimbulkan alergi dan gatal pada kulit Anda.
Selain itu, sarang kuman yang cukup tinggi pada tempat menginap ini ditemukan pada remote TV, saklar lampu, hingga spons dan kain pel yang dibawa oleh staf pembersih kamar.
6. Kolam renang
penularan hiv di kolam
Berenang di kolam renang umum, terutama pada musim kemarau, memang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa kolam renang termasuk tempat umum yang menjadi sarang kuman dan dapat memengaruhi kesehatan Anda?
Bagi Anda atau teman Anda yang sedang mengalami diare, sangat dianjurkan untuk tidak berendam di kolam renang umum sampai keadaannya membaik. Hal ini dikarenakan satu kejadian BAB atau diare yang terjadi di kolam renang, menyebabkan air kolam terkontaminasi oleh jutaan kuman.
Jenis kuman tersebut adalah Cryptosporidium, Giardia, Shigella, Norovirus, dan E. coli. Jika ada seseorang yang menelan air kolam yang sudah tercampur oleh mikroba ini, tentu dapat membuat Anda sakit, seperti diare atau sakit perut.
Walaupun sebagian besar bakteri akan musnah begitu menyentuh air yang sudah diberikan klorin atau disinfektan lainnya, crypto dapat bertahan sampai tujuh hari. Maka itu, Anda harus berhati-hati ketika berenang di kolam renang umum.
7. Rumah sakit
tertular penyakit di rumah sakit infeksi nosokomial
Mungkin Anda berpikir rumah sakit adalah tempat yang steril dari segala jenis penyakit dan kuman. Tentu saja tidak. Kenyataannya, lantai rumah sakit adalah area yang paling banyak ditemukan bakteri dan virus.
Menurut sebuah penelitian pada tahun 2016 tentang evaluasi lantai rumah sakit menemukan bahwa patogen dari lantai dapat menyebar ke tangan orang sedang berada di sana.
Para peneliti mengambil sampel virus non-patologis yang diubah menjadi virus yang tidak dapat menyebarkan infeksi dan meletakkannya di lantai tempat tidur rumah sakit. Kemudian, mereka mengusap lantai tersebut untuk tahu arah penyebaran bakteri tersebut.
Hasilnya, virus menyebar ke tangan, alas kaki, tangan dan kaki tempat tidur, hingga seprai. Bahkan, penyebarannya juga sampai di tempat para perawat berkumpul dan ditemukan pada komputer dan telepon mereka.
Sebenarnya, sarang kuman memang banyak ditemukan di tempat umum yang mungkin tidak Anda sangka berisiko dapat menyebarkan penyakit. Oleh karena itu, biasakan untuk menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan karena Anda tidak akan tahu kuman apa yang dibawa oleh orang lain.
Editor : Jhon.Wick













