“Bukan hanya karena mau ke Mesir melihat piramida saja tapi saya ingin merajut silaturahmi dengan orang Sumsel di perantauan. Sebelumnya sudah juga di Lampung, Surabaya bahkan Medan. Tapi ada baiknya sebelum berangkat ada diskusi dulu biar kunjungan yang dilakukan benar-benar bermanfaat,” jelasnya.
Sementara itu terkait aset Pemprov di Kairo, HD menuturkan sebenarnya Ia ingin aset serupa juga dibangun di Jeddah. Ia beralasan rumah singgah di Jeddah sangat dibutuhkan karena banyak sekali masyarakat Sumsel yang sudah berdomisili atau, bekerja menjadi TKI, umroh dan beribadah haji sehingga perlu dimonitor.
“Di Sumsel ini setahun bisa 28.000 warga Sumsel yang umroh, belum yang jadi TKI atau yang berdomisili. Ini bisa kita jadikan pusat monitoring.” jelasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan (KEMSS) Mesir, Uchu Aulia Salim mengatakan ini merupakan agenda tahunan KEMASS. Ajang itu menurutnya akan dijadikan moment untuk memperkenalkan Budaya Sumsel di Mesir.
” Kegiatannya akan digelar di Rumah Limas di Mesir. Selain itu kami juga ingin mempertemukan Pak Gubernur dengan importir Kopi dari Mesir untuk melanjutkan kerjasama. Sekaligus juga studi banding ke Luxor untuk melihat wisata Sungai Nil” jelasnya.
Editor : Chandra.













