Beberapa penyakit atau kondisi yang menyebabkan pusing, yaitu:
-Masalah pada telinga bagian dalam (vertigo)
-Vestibular neuritis (infeksi saraf vestibular)
-Penyakit meniere
-Buruknya sirkulasi udara
-Tekanan darah rendah
-Penyakit saraf seperti multiple sclerosis dan parkinson
-Anemia
-Hipertermia
-Kadar gula darah rendah
-Gangguan kecemasan
Dilansir dari Medical News Today, kondisi sakit kepala dan pusing bisa terjadi secara bersamaan. Kondisi ini biasanya terjadi pada migrain, cedera pada otak, dan kadar gula darah yang rendah.
3. Pengobatan yang dilakukan
Penyakit yang menyebabkan sakit kepala dan pusing memang berbeda. Maka, penting bagi pasien untuk memahami perbedaan antara sakit kepala dan pusing, agar pengobatan yang diberikan sesuai dan kondisi akan membaik nantinya.
Bila Anda merasakan salah satu kondisi tersebut, maka jangan salah memberikan keluhan Anda kepada dokter. Sebab, apabila yang rasa sakit yang Anda rasakan di antara kedua kondisi tersebut salah, diagnosis dan pemberian obat yang digunakan mungkin tidak sesuai.
Sakit kepala primer yang ringan bisa disembuhkan tanpa obat. Namun, ada juga yang perlu disembuhkan dengan menggunakan obat pencegah timbulnya nyeri sakit kepala, seperti beta blocker, antidepresan trisiklik, atau agonis reseptor serotonin. Selain itu, beberapa pengobatan alternatif seperti akupuntur, meditasi, terapi perilaku kognitif juga bisa membantu mengobati sakit kepala.
Sakit kepala sekunder biasanya memerlukan tes kesehatan lebih lanjut untuk mendapatkan penyebab sakit kepala yang mendasarinya. Untuk itu, perlu rekomendasi dan konsultasi dari dokter terlebih dahulu. Begitu juga dengan pusing, Anda mungkin harus melakukan pengobatan sesuai dengan kondisi atas penyakit yang mendasarinya.
Editor : Jhon.W













