Seruan pemilu ulang juga digaungkan oleh Brazil, Amerika Serikat dan Kanada. Saat yang sama, negara-negara itu juga menyerukan akan kekerasan di Bolivia diakhiri.
“Iya, ada kudeta di Bolivia, itu persisnya terjadi pada 20 Oktober 2019 ketika pemilu yang palsu memenangkan mantan Presiden Morales dalam putaran pertama,” kata Luis Almargo, Sekjen OAS.
Morales, 60 tahun, adalah mantan petani tanaman obat daun koka. Dia dicintai oleh kalangan miskin Bolivia ketika memenangkan pemilu 2006. Namun dia telah memantik kemarahan masyarakat ketika berkeras ingin menjadi Presiden Bolivia untuk yang keempat kalinya.
Editor: Jhon.W













