Misalnya jika suami adalah tipe orang yang suka beraktivitas di alam seperti hiking, berkebun, atau berkemah, tapi sebelum menikah Anda kebetulan tidak pernah ikut mencobanya.
Dari sini, Anda bisa mencoba untuk melakukan hal yang disukai pasangan. Rasakan untuk pertama kalinya, lalu sampaikan betapa menyenangkannya melakukan segala sesuatunya bersama-sama. Begitu pun sebaliknya. Istri bisa mengajak sang suami untuk memanjakan diri di salon untuk sekadar pijat sehabis hiking.
Intinya, Anda harus saling coba memasuki dunia yang pasangan sukai dan tidak pernah Anda lakukan. Jika Anda menghargai apa yang mereka suka, niscaya mereka juga akan mau dan mencoba hal yang menjadi kegemaran pribadi Anda. Siapa tahu, anda nantinya jadi ketularan punya hobi baru?
4. Jangan mencampuradukkan masalah rumah tangga dengan urusan lain
Salah satu penyebab pernikahan jadi renggang adalah karena salah satu atau kedua pasangan membawa masalah dari luar masuk ke ruang pernikahan.
Memisahkan antara masalah pribadi dari urusan rumah tangga sangat penting untuk memperbaiki pernikahan yang mulai terasa hambar.
Misalnya, Anda sedang dilibatkan dalam banyak proyek di kantor sehingga jadi stres saat di rumah. Hal tersebut harus dihindari untuk dibahas dan diributkan bersama pasangan. Masalah yang ada di kantor jangan dibawa pulang ke rumah.
Begitupun dengan masalah rumah tangga, jangan dibawa ke kantor sampai mengganggu konsentrasi Anda saat bekerja. Anda harus membuat batasan antara dunia kerja dan pribadi Anda agar kedua sisinya bisa berjalan seimbang tanpa mengganggu satu sama lain.
Apabila ada masalah di kantor, Anda masih bisa dan sah-sah saja untuk menceritakannya ke pasangan. Namun sikap Anda pada pasangan harus tetap mesra, jangan jadi berubah. Jika Anda membutuhkan waktu untuk menyelesaikan urusan lain di luar pernikahan, minta waktu, pengertian, dan jelaskan baik-baik pada pasangan.
Editor: Jhon.W













