Harmein membeberkan, untuk mengantisipasi kekurangan stok beras, karena hingga bulan Maret 2020 tidak ada panen. Pihaknya telah mulai melakukan penambahan stok beras, hingga mencapai 1000 ton. Mengingat khusus untuk Kabupaten Lahat saja, 400 ton beras harus dikeluarkan guna memenuhi kebutuhan BPNT.
“Penambahan stok sudah kita lakukan, agar 4 bulan kedepan penyaluran tercukupi. Saat ini Bulog sudah bersifat komersil, siapapun boleh beli beras kita. Beras kita bukan beras raskin yang selama ini dikenal masyarakat loh,” ujarnya.
Editor : Chandra.













