KORDANEWS – Insiden kericuhan mahasiswa saat acara silaturahmi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dengan Forum Silaturahmi Masyarakat Muba Yogyakarta (FOSMABAYO), di Hotel Sheraton Yogyakarta, Minggu (17/11), berbuntut panjang.
Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) mengeluarkan surat untuk mengusir Uung Febri dari Asrama karena dituduh sebagai dalang kericuhan.
Menerut keterangan penghuni asrama yang tidak mau disebutkan namanya, surat tersebut diantarkan langsung oleh pejabat dari Pemkab Musi Banyuasin pagi tadi, Sabtu (30/11). Surat yang diterima oleh pengelola asrama kemudian disampaikan kepada yang bersangkutan.
“Suratnya diberikan oleh pejabat dari Pemda kepada pengelola asrama pak Ridwan, karena Uung tidak ada di lokasi saat itu,” ungkapnya.
Uung Febri baru menerima surat tersebut sekitar pukul 10.30 pagi Sabtu (30/11), melalui pengelola asrama. Saat dibuka dan dibaca Uung kaget bahwa surat tersebut berisi pungusiran terhadap dirinya.
“Jujur saya kaget, mengapa saya dikeluarkan dari asrama, karena saya tidak pernah melanggar tata tertib asrama. Usut punya usut ternyata buntut dari aksi menolak program rekreasi pejabat berkedok silaturahmi beberapa hari lalu,” ungkap mahasiswa asal Babat Toman ini.













