Leni menuturkan selain pembinaan disabilitas, pihaknya juga telah menjangkau sebanyak 40 orang dengan gangguan jiwa dari pemasungan yang dilakukan pihak keluarga atau warga. Mereka kemudian direhabilitasi di panti ataupun dirawat di rumah sakit jiwa yang ada di Sumsel.
“Setelah kondisi kejiwaannya sudah stabil, mereka juga dibina agar mendapatkan keahlian di berbagai bidang,” ungkapnya.
Leni mengharapkan peran serta dari seluruh masyarakat agar ikut membantu melakukan pembinaan terhadap penyandang disabilitas. Sebab, pemerintah tidak seluruhnya bisa memberikan penanganan.
“Sehingga harus ada peran aktif dari seluruh masyarakat. Termasuk juga dunia usaha yang bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka,” pungkasnya. (Ab)
Editor : Jhonny













