Bekri juga sempat menjabat sebagai wakil direktur lembaga perencanaan ekonomi China. Posisi itu membuatnya menjadi etnis Uighur yang mempunyai posisi paling tinggi di lembaga pemerintahan China.
Akan tetapi, sepak terjang Bekri terhenti pada September 2018 setelah aparat penegak hukum menyatakan menyelidiki dugaan korupsi yang dilakukannya. Lantas pada Maret lalu, Komisi Pusat dan Inspektorat Disiplin PKC memutuskan memecat Bekri dari keanggotaan partai karena dugaan korupsi.
Hal ini menjadi bertolak belakang dengan nasib sejumlah warga Uighur yang sampai saat ini ditahan di kamp khusus yang dibangun China. Alasannya adalah mereka sedang ‘dibina’ untuk mengasah keterampilan dan tidak terjerumus ke dalam jerat ekstremisme.
Meski begitu, menurut pengakuan sejumlah etnis Uighur, beberapa kerabat mereka hilang sampai saat ini dan diduga diculik untuk dimasukkan ke dalam kamp tersebut. Menurut mereka, di kamp itu mereka didoktrin untuk mengusung nilai-nilai komunisme yang bertentangan dengan Islam.
Editor : John.W













